Disertasi
Pengelolaan strategi “kelas industri“ dalam meningkatkan keterserapan lulusan SMK di dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (dudika) (studi multisitus di SMKN 1 Magetan, SMKN 1 geger, Kab. Madiun dan SMKN 2 Nganjuk) / Lamijan
Abstrak
RINGKASAN Lamijan 2023. Pengelolaan Strategi ldquo Kelas Industri rdquo Dalam Meningkatkan Keterserapan Lulusan SMK di Dunia Usaha Dunia Industri Dan Dunia Kerja (DUDIKA) (Studi Multisitus di SMKN 1 Magetan SMKN 1 Geger Kab. Madiun dan SMKN 2 Nganjuk). Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (I) Prof Dr Hj. Nurul Ulfatin M. Pd. (II) Dr. Syamsul Hadi M. Pd. M. Ed. (III) Dr. H. Sultoni M. Pd. Kata Kunci pengelolaan strategi kelas industri keterserapan lulusan Kajian ini didasarkan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai jenjang pendidikan formal yang memberikan keterampilan-keterampilan khusus dalam menyiapkan lulusan siap kerja. Ketidaksiapan lulusan SMK dalam melakukan pekerjaan yang ada di dunia kerja mempunyai efek domino terhadap industri pemakai missal industi harus menyelenggaraan pendidikan di dalam industri untuk menyiapkan tenaga kerjanya. Oleh karena itu untuk mendapatkan lulusan SMK yang siap pakai maka sekolah dan dunia industri melakukan kerja sama dan mengadakan pelatihan dengan menekankan kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa untuk perkembangan teknologi industri. Pembelajaran dalam kelas industri perlu diberikan untuk mengenalkan siswa terkait praktik penguasaan keahlian pada bidang tertentu sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Fokus penelitian ini untuk mengungkapkan (1) visi dan misi pengelolaan kelas industri dalam meningkatkan keterserapan lulusan (2) kebijakan peraturan dan/atau kebijaksanaan dalam kelas industri dalam meningkatkan keterserapan lulusan (3) perumusan program dan kegiatan pembelajaran dalam kelas industri untuk meningkatkan keterserapan lulusan (4) langkah strategi yang dilakukan sekolah dalam program kelas industri untuk meningkatkan keterserapan lulusan (5) faktor-faktor dalam program kelas industri yang berpengaruh terhadap keterserapan lulusan dan (6) model pengembangan strategi kelas industri untuk meningkatkan keterserapan lulusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan jenis pendekatan kualitatif fenomenologi dengan study multisitus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu (1) analisis data situs individu (individual case) dan (2) analisis data lintas situs (cross case analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) visi kelas industri dalam meningkatkan keterserapan lulusan yaitu terwujudnya siswa yang berkarakter industriawan. Misi kelas industri di sekolah yaitu terwujudnya lulusan yang berwirausaha Lulusan yang bisa langsung bekerja sesuai dengan kebutuhan DUDIKA Melaksanakan pembelajaran yang berwawasan keunggulan untuk menghasilkan tamatan yang bertakwa cerdas terampil mempunyai unjuk kerja dan kemampuan dibidang pemasaran yang dapat digunakan dalam meningkatkan kehidupannya Membantu mengembangkan potensi anak secara utuh dan menyeluruh untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan berakhlak mulia Mengembangkan sistem pendidikan dan pengajaran yang bermutu yang berbasis pada perkembangan teknologi informasi untuk menghasilkan mutu lulusan yang handal dan tangguh. (2 Kebijakan peraturan dan/atau kebijaksanaan dalam kelas industri untuk meningkatkan keterserapan lulusan di sekolah dengan link and match dengan DUDIKA sebagai upaya revitalisasi SMK. Kebijakan pengelolaan kelas industri di sekolah dilakukan dengan cara menjaga komunikasi yang baik antara semua stakeholder struktur birokrasi dan disesuaikan dengan kebutuhan industri sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas guru internal TOT guru tamu industri dan disposisi/sikap pelaksana kebijakan sesuai surat dari industri. (3) Perumusan program dan kegiatan pembelajaran dalam kelas industri untuk meningkatkan keterserapan lulusan dilakukan melalui beberapa rapat. Rapat perumusan dan rapat jurusanmelibatkan waka beserta seluruh pihak terkait bersama DUDIKA. Program kelas industri yang diadakan di sekolah yaitu program kelas industri dengan mitra. Kegiatan pembelajaran dalam kelas industri ini disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang terdapat di sekolah dengan melakukan kegiatan teori dan praktik-praktik yang berkaitan dengan industri. (4) Langkah strategi yang dilakukan sekolah dalam program kelas industri untuk meningkatkan keterserapan lulusan yaitu strategi terkait kurikulum SDM (guru dan tenaga kependidikan) kerja sama dengan mitra DUDIKA sertifikat akreditasi serta sarana dan prasarana lembaga. (5) Faktor-faktor dalam program kelas industri yang mempengaruhi keterserapan lulusan antara lain faktor internal yaitu kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness). Faktor eksternal yaitu peluang (opportunities) dan ancaman (threats). (6) Model pengembangan strategi kelas industri untuk meningkatkan keterserapan lulusan berdasarkan analisis SWOT di SMK dapat disimpulkan bahwa kekuatan SMK lebih unggul dibandingkan dengan peluangnya. Lingkungan yang saat ini sama halnya dengan ancamannya yang dihadapi. Arah kebijakan tersebut merupakan dasar strategi dalam kondisi stabil yang ditunjukkan kuadran I yang artinya situasi menguntungkan karena mempunyai peluang dan kekuatan sehingga ia dapat memanfaatkan peluang secara maksimal sehingga mampu menerapkan strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.