Tesis
Pengembangan media pembelajaran video pada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) materi senam bagi siswa tunagrahita di Sekolah Inklusi / Agita Dian Pertiwi
Abstrak
ABSTRAK Pertiwi Agita Dian. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Video pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Materi Senam bagi Siswa Tunagrahita di Sekolah Inklusi. Tesis Program Studi Pendidikan Khusus Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Henry Praherdiono S.Si M.Pd (II) Dr.Asim M.Pd Kata Kunci Media Pembelajaran Video Senam Siswa Tunagrahita Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan media pembelajaran Video pada Mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Materi Senam untuk Siswa Tunagrahita di sekolah inklusi yang dapat digunakan sebagai pendukung pembelajaran dan mengetahui efektifitas media dalam pembelajaran olahraga siswa tunagrahita di Sekolah Dasar Inklusi Kota Malang Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian adalah model pengembangan dari Borg amp gall dengan prosedur pengembangan yang terdiri dari (1) pengumpulan informasi awal (2) perencanaan (3) pengembangan produk awal (4) validasi ahli (5) revisi awal (6) uji coba lapangan dan (7) revisi akhir. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa tunagrahita kelas IV SD Islamic Global School Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan lembaran angket penilaian ahli media ahli materi praktisi dan menggunakan lembar tes hasil belajar untuk mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran video ini. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video pada mata pelajaran PJOK materi senam untuk siswa tunagrahita yang dikembangkan layak dan efektif. Kelayakan dapat dilihat dari hasil penilaian ahli media dengan skor 76% dengan kategori ldquo layak rdquo selain itu dari ahli materi memperoleh skor 92% dan praktisi memberikan skor 97% yang keduanya termasuk dalam kategori ldquo sangat layak rdquo . Sedangkan keefektifan dapat dilihat dari hasil penilaian tes uji coba lapangan dengan skor 97% untuk hasil tes individu dan 93 65% untuk hasil tes kelompok yang keduanya termasuk dalam kualifikasi ldquo sangat efektif rdquo untuk digunakan saat pembelajaran.