Skripsi
Pengembangan buku suplemen sejarah lokal peran Sultan Aji Muhammad Sulaiman untuk pembelajaran sejarah Kelas XI IPS di SMAN 6 Samarinda / Andri Adi Prabowo
Abstrak
Pembelajaran sejarah dianggap kurang menarik oleh siswa. Khususnya kelas XI IPS SMAN 6 Samarinda. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara bahan ajar guru hanya buku paket sisanya guru berceramah saat menyampaikan materi tanpa inisiatif mengembangkan bahan ajar yang menarik bagi pembelajaran. Hal itu menyebabkan siswa merasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran sejarah di kelas. Serupa bahan ajar sejarah lokal sejatinya disusun guna melengkapi sejarah nasional. Bahan ajar merupakan hal penting dalam pembelajaran. Adanya bahan ajar diharapkan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Bahan ajar yaitu materi yang disusun sistematis digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran. Melalui bahan ajar guru dan siswa akan terbantu dalam belajar. Pengembangan bahan ajar sangat perlu mengingat pentingnya kebutuhan guru dan siswa. Melalui sejarah lokal diharapkan dapat meningkatkan wawasan siswa. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk cetak dengan materi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Di Kesultanan Kutai. Penelitian yang akan diangkat sesuai permasalahan di atas adalah ldquo Pengembangan Buku Suplemen Sejarah Lokal Peran Sultan Aji Muhammad Sulaiman Untuk Pembelajaran Sejarah Kelas XI IPS Di SMAN 6 Samarinda rdquo . Penelitian menggunakan metode Research and Development (R amp D). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah kerja yaitu (1) analisis (2) perancangan (3) Pengembangan (4) implementasi dan (5) evaluasi. Peneliti mengadopsi model ini dalam melakukan pengembangan. Namun keterbatasan saat melakukan pengembangan yakni terdampak pandemic Covid-19 yang membuat ujicoba produk dilakukan daring sesuai himbauan pemerintah. Berdasarkan validasi para ahli produk ini memperoleh persentase dari ahli materi sebesar 83% serta persentase dari ahli media 98%. Sedangkan hasil ujicoba di lapangan yang dilakukan kepada siswa di kelas untuk kelompok kecil yaitu 86% dan ujicoba kelompok besar diperoleh 89%. Berdasarkan penilaian ahli bisa ditarik kesimpulan bahwa pengembangan ini layak digunakan sebagai bahan ajar tambahan bagi sejarah peminatan. Pengembangan ini berfokus pada materi sejarah lokal saja. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat mengembangkan bahan ajar dengan materi dan desain buku yang berbeda pula dan lebih baik lagi.