Skripsi
Pengaruh penggunaan anti-lock braking system (abs) satu channel dan dua channel terhadap efisiensi pengereman dan jarak pengereman sepeda motor / Muhammad Faisal
Abstrak
Transportasi merupakan kebutuhan dikehidupan sehari-hari. Di Indonesia jumlah penggunaan kendaraan bermotor semakin bertambah hal tersebut memicu peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas. Salah satu penyebab terbesarnya kecelakaan lalu lintas yaitu karena kegagalan sistem pengereman. Seiring dengan berkemangan teknologi pada sistem pengereman diciptakan teknologi yang dapat menghindari terkuncinya roda. Teknologi tesebut bernama Anti-lock Braking System (ABS). Sistem pengereman tersebut bekerja dengan memperlambat kendaraan dengan mempertahankan kondisi slip roda antara 15% minus 30% sehingga kendaraan tetap dapat dikendalikan serta mempunyai jarak pengereman yang pendek. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Hasil dari penelitian diperoleh data waktu pengereman yang kemudian diolah menjadi data efisiensi pengereman dan diperoleh data jarak pengereman. Data penelitian dimasukkan ke dalam tabel dan ditampilkan ke dalam bentuk grafik yang kemudian dianalisa dan ditarik kesimpulan sehingga dapat diketahui perbedaan nilai efisiensi pengereman dan jarak pengereman pada sepeda motor yang menggunakan ABS 1 Channel dan ABS 2 Channel pada setiap masing-masing variasi kecepatan. Niali efisiensi pengereman ABS 1 Channel pada kecepatan 40 km/h senilai 22 40% 50 km/h senilai 24 21% dan 60 km/h senilai 26 69%. Pada ABS 2 Channel pada kecepatan 40 km/h senilai 27 47% 50 km/h senilai 29 53% dan 60 km/h senilai 29 97%. Kemudian untuk data jarak pengereman ABS 1 Channel pada kecepatan 40 km/h menghasilkan jarak pengereman senilai 646 cm kecepatan 50 km/h senilai 797 cm dan kecepatan 60 km/h senilai 828 cm. Sedangkan pada ABS 2 Channel pada kecepatan 40 km/h senilai 447 cm 50 km/h senilai 531 cm dan 60 km/h senilai 638 cm.