Disertasi
Pengaruh orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja bisnis dimediasi inovasi dan keunggulan bersaing (studi pada usaha mikro kecil menengah di Kabupaten Lamongan) / Mohammad Yaskun
Abstrak
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sokoguru perekonomian Indonesia karena sektor riil ini menjadi pilar atau tiang roda ekonomi secara menyeluruh hampir di semua sektor. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2018-2019 sektor UMKM dapat menyerap hingga 97% dari total tenaga kerja menyediakan hingga 99% lapangan kerja dan menyumbang 81% Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Kabupaten Lamongan memiliki UMKM yang masih aktif berproduksi selama pandemi Covid-19 sejumlah 116.421 UMKM yang tersebar di 27 wilayah/kecamatan. Masih minimnya kreativitas dan keberanian untuk melakukan inovasi menjadi salah satu faktor yang membuat lambatnya perkembangan UMKM di Kabupaten Lamongan. Faktor inovasi produk diyakini banyak pihak akan menjadi penentu dalam keberhasilan penguatan daya saing daerah. Beberapa permasalahan yang menyebabkan UMKM kurang memiliki daya saing dan kinerja bisnis salah satu faktornya adalah terbatasnya tingkat pendidikan para pelaku UMKM hal tersebut menyebabkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki juga rendah termasuk dalam orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan. Peningkatkan kinerja bisnis UMKM dapat melalui pertumbuhan laba pertumbuhan penjualan pertumbuhan pelanggan menjadi tolak ukur untuk tetap unggul dalam persaingan. Melalui pendekatan Resource Based View (RBV) dan Market Based View (MBV) bagaimana UMKM di Kabupaten Lamongan dapat meningkatkan kinerja bisnis dengan orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan melalui inovasi dan keunggulan bersaing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris dan menjelaskan pengaruh orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja bisnis UMKM melalui inovasi dan keunggulan bersaing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan explanatory research. Unit analisis yang digunakan adalah UMKM sentra di Kabupaten Lamongan dengan populasi sebanyak 1.388 UMKM. Metode pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik proportional random sampling yaitu pengambilan sampel secara proporsional untuk masing-masing UMKM sentra. Besarnya ukuran sampel yang akan diteliti dari populasi dihitung dengan mengunakan aplikasi sampel size calculator secara online pada website raosoft.com diperoleh jumlah sampel sebanyak 302 UMKM sentra. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian membuktikan bahwa secara langsung orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan pelaku UMKM sentra di Kabupaten Lamongan memberi pengaruh terhadap kinerja bisnis. Keunggulan bersaing pelaku UMKM sentra di Kabupaten Lamongan memiliki pengaruh secara langsung terhadap kinerja bisnis sedangkan inovasi secara langsung tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja bisnis. Keunggulan bersaing pelaku UMKM sentra di Kabupaten Lamongan mampu memediasi pengaruh orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja bisnis sedangkan inovasi pelaku UMKM sentra di Kabupaten Lamongan secara tidak langsung belum mampu memediasi pengaruh orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja bisnis. Hasil penelitian ini dapat memperkaya referensi dan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan theory Resource Based View bahwa pelaku UMKM di Kabupaten Lamongan akan memiliki kinerja bisnis yang baik jika mampu memanfaatkan secara maksimal sumber daya intangible melalui kemampuan pelaku UMKM dalam memahami orientasi kewirausahaan dan keunggulan bersaing. Berkaitan dengan theory Market Based View bahwa pelaku UMKM sentra di Kabupaten Lamongan akan memiliki orientasi pasar yang baik jika mampu memaksimalkan orientasi pelanggan orientasi pesaing dan informasi pasar. Saran bagi pelaku UMKM sentra di kabupaten Lamongan perlu (1) meningkatkan kinerja bisnis dengan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki berkaitan dengan sumber daya informasi skill tenaga kerja jaringan bisnis dan kualitas produk. (2) meningkatkan pemahaman orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan dalam mencapai kinerja bisnis yang lebih baik. (3) untuk meningkatkan kinerja bisnisnya beberapa poin yang menjadi kelemahan UMKM di Lamongan dan harapannya bisa menjadi perbaikan adalah dalam segi inovasi. UMKM perlu memperkuat inovasi produk inovasi proses produksi dan inovasi jaringan bisnis.