Skripsi
Pemetaan bahaya longsor menggunakan metode analytical hierarcy process (ahp) di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tahun 2021 / Anjas Panca Wacana
Abstrak
Longsor merupakan salah satu bahaya bencana di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Periode tahun 2017-2021 terjadi 124 Kejadian bencana longsor dengan peningkatan kejadian sebesar 40 kejadian tahun 2020 dan 56 kejadiaan tahun 2021. Dampak kejadian longsor Periode 11-16 Febuari 2021 terjadi 15 kejadian longsor menyebabkan 53 Jiwa harus mengungsi dampak kerugian lain 4 rumah rusak dan 2 akses jalan tertutup Sebagai langkah awal identifikasi bencana penelitian ini memetakan tingkat bahaya longsor. Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) digunakan untuk mencari faktor penyebab bahaya paling dominan dan Pemetaan tingkat bahaya longsor di Kecamatan Bumiaji. Parameter bahaya longsor meliputi aspek topografi (slope TPI aspect elevation profile curvature) aspek hidrologi (SPI curah hujan TWI) aspek geologi (unit geologi) aspek tanah (tekstur tanah indeks COLE solum tanah) dan aspek lingkungan (penggunaan lahan dan NDVI). Hasil Pemetaan tingkat bahaya di Kecamatan Bumiaji menghasilkan 5 kelas bahaya dengan presentase luas wilayah sangat rendah 1% (141 ha) Rendah 20% (2594 ha) Sedang 40 % (5080 ha) Tinggi 33%((4161 ha). dan sangat tinggi 6% (738 ha). Desa Gunungsari Desa Sumberantass Desa Puten Desa Sumbergondo termasuk wilayah bahaya longsor lebih tinggi dibanding desa lainnya. Kemiringan lereng menjadi salah satu parameter penting yang mempengaruhi kesetabilan lereng semakin curam lereng maka potensi longsor semakin meningkat hal ini karena jumlah aliran dan energi laju transportasi air semakin meningkat sehingga membuat lereng cenderung labil dan mudah longsor sehingga bahaya longsor meningkat.