Skripsi
Kajian bencana banjir bandang menggunakan pemodelan hec-ras di Daerah aliran sungai kricik, Kota Batu / Nanda Regita Cahyaning Putri
Abstrak
Bencana banjir bandang merupakan ancaman tinggi bencana hidrometeorologi ketika memasuki musim penghujan dengan intensitas hujan tinggi. Banjir bandang terjadi pada Daerah Aliran Sungai Kricik Kota Batu pada 4 November 2021 akibat perubahan penggunaan lahan pembendungan alami dan kapasitas tampung sungai yang tidak memadai. Hal ini dikarenakan DAS Kricik merupakan aliran sungai mati sehingga badan sungai mengalami pendangkalan dan penyempitan. Banjir bandang mengakibatkan 7 korban jiwa 89 KK terdampak 35 rumah rusak 73 motor hilang 7 mobil hilang 107 hewan ternak dan 10 kandang terdampak. Diperlukan adanya upaya mitigasi sebagai bentuk meminimalisir dampak lingkungan sosial dan ekonomi akibat bencana melalui pendekatan hidrologi hidraulika dan GIS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab wilayah berpotensi banjir dan sebaran genangan banjir bandang berdasarkan periode ulang debit 2 5 10 25 50 dan 100 tahun serta menghitung luasan wilayah tergenang akibat banjir bandang pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Kricik. Metode pemodelan banjir menggunakan pendekatan hidraulika pada debit banjir rancangan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS banjir menggunakan analisis 2D dengan metode Unsteady Flow Analysis serta melakukan visualisasi sebaran genangan banjir dan luasan area terdampak. Data debit banjir rancangan diperoleh melalui perhitungan metode HSS Gama-1 yang menunjukkan peningkatan debit puncak pada setiap periode ulang dan debit puncak terjadi pada jam ke-3. Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data curah hujan tahun 2012-2021 LIDAR dan koefisien manning. Data geometri sungai diperoleh melalui eksteraksi data pengukuran LIDAR yang menghasilkan data Ditigal Terrain Model dan diintegrasikan dengan DEMNAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kawasan hilir DAS di Desa Sidomulyo merupakan area terdampak paling signifikan pada penggunaan lahan permukiman padat dan lahan pertanian.