Skripsi
Pengembangan video interaktif makam Troloyo (detektif mayo) berbasis thinglink untuk Kelas X-10 SMAN 1 Puri Mojokerto / Anis Fitri Rachmawati
Abstrak
Alasan yang menjadi latar belakang dalam penulisan ini yaitu dalam kegiatan pembelajaran di kelas pendidik (guru sejarah) masih menggunakan media pembelajaran yang sudah sangat umum digunakan yakni PowerPoint dan belum mengembangkan media pembelajaran yang terbaru. Namun sebenarnya SMAN 1 Puri Mojokerto memiliki potensi yang cukup besar jika mengembangkan sebuah media pembelajaran. Hal itu karena SMAN 1 Puri memiliki sarana dan prasarana yang memadai seperti di setiap kelas memiliki LCD Proyektor dan juga Wi-Fi yang bisa diakses oleh seluruh warga sekolah serta peserta didik juga diperbolehkan membawa smartphone ke sekolah. Selain media yang digunakan oleh peserta didik materi yang diajarkan oleh pendidik kepada peserta didik hanya sebatas mengenai kerajaan Majapahit yang tentunya sudah menjadi kajian sejarah nasional. Pendidik belum pernah memberikan materi mengenai Makam Troloyo sebagai indikasi bahwa islam sudah masuk dan berkembang pada masa kemasyhuran Majapahit. Sehingga peserta didik tidak mengetahui tentang sejarah Makam Troloyo. Oleh karena itu yang menjadi isi materi dalam Detektif Mayo yakni materi tentang sejarah Makam Troloyo. Branch R. M (2009) mengembangkan model ADDIE (Analysis Design Development Implementation and Evaluation) yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini. Media pembelajaran yang dihasilkan khususnya media Detektif Mayo dinilai validitas dan efektivitasnya. Media Detektif Mayo memudahkan peserta didik untuk mempelajari sejarah Makam Troloyo dengan sangat mudah karena bisa digunakan kapanpun dan dimanapun. Namun penggunaan media Detektif Mayo juga membutuhkan bantuan dari pendidik sebagai fasilitator karena link media Detektif Mayo diberikan oleh pendidik sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Dengan format media yang berbentuk link tersebut dapat memudahkan peserta didik karena tidak memerlukan penyimpanan yang cukup besar di smartphone yang mereka gunakan. Berdasarkan kriteria yang dipaparkan oleh Arikunto (2017) hasil validitas oleh ahli materi mendapatkan skor sebesar 98 7% dengan kategori sangat valid. Kemudian untuk validasi media memperoleh skor sebesar 92% dengan kategori sangat valid. Hasil uji coba kelompok kecil mendapatkan skor sebesar 89 3% dan uji coba kelompok besar mendapatkan skor sebesar 92 3%. Kedua hasil uji coba tersebut termasuk dalam kategori sangat efektif. Berdasarkan persentase yang sudah dihasilkan tersebut maka media pembelajaran Detektif Mayo bisa digolongkan dalam kategori sangat layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejarah di kelas.