Skripsi
Analisis determinan keberhasilan pengobatan tuberkulosis di wilayah kerja UPT Puskesmas Singosari tahun 2020-2022 / Diah Ayu Kamila
Abstrak
Indonesia salah satu negara penyumbang sebagian besar kasus kematian TB secara global. Persentase keberhasilan pengobatan TB di Indonesia 86% dimana masih jauh dari target cakupan keberhasilan pengobatan TB (90%). Keberhasilan pengobatan TB dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari diri pasien maupun faktor determinan lainnya. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan TB Sensitif Obat di Puskesmas Singosari. Tren gagal pengobatan pada pasien TB-SO di Puskesmas Singosari mengalami peningkatan pada awal tahun 2022. Desain studi cross sectional digunakan dengan instrumen penelitian SITB dan arsip formulir TB. Populasi dari penelitian ini ialah seluruh pasien TB-SO yang telah menyelesaikan pengobatan di Puskesmas Singosari pada tahun 2020 2021 dan TW I-II tahun 2022. Sampel penelitian berjumlah 71 orang dari total populasi 99 orang. Variabel terikat yaitu keberhasilan pengobatan TB-SO. Variabel bebas yang diteliti yaitu jenis kelamin usia BB awal pengobatan perubahan BB selama pengobatan keteraturan minum OAT dan komorbid. Hasil uji chi-square membuktikan variabel perubahan berat badan berhubungan secara signifikan dengan keberhasilan pengobatan TB. Rata-rata kenaikan berat badan pada pasien yang berhasil menjalani pengobatan TB ialah sebesar 2 19 kg. Hasil yang ditunjukkan pada uji regresi logistik berganda ialah pasien TB-SO yang mengalami pertambahan berat badan selama menjalani pengobatan TB berpeluang lebih besar untuk berhasil pengobatan TB dengan adjusted OR sebesar 9 818 (p 0 014). Tim P2 TB Puskesmas Singosari dapat bekerjasama dengan program gizi masyarakat sebagai upaya optimalisasi pengobatan pasien TB melalui pemantauan status gizi dan kenaikan BB Pasien.