UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pengaruh waktu fermentasi terhadap profil senyawa organosulfur dan potensi antibakteri pada ekstrak bawang hitam (allium sativum) / Adela Syiddah Putri

Putri, Adela Syiddah Putri - Nama Orang;

Abstrak
Bawang putih merupakan salah satu produk lokal Indonesia yang memiliki manfaat dalam dunia kuliner dan kesehatan. Produk turunan bawang putih yang memiliki lebih banyak manfaat untuk kesehatan adalah bawang hitam. Bawang hitam dihasilkan dari proses pemasanan bawang putih. Selama proses pemanasan terjadi berbagai reaksi yang mengubah kandungan kimia dalam bawang terutama senyawa organosulfur yang telah diteliti sebagai senyawa metabolit bawang yang paling berpengaruh dalam mengatasi berbagai gangguan metabolisme dalam tubuh. Pada penelitian ini dilakukan analisis mengenai profil senyawa organosulfur pada bawang hitam menggunakan metode GC-MS dan LC-MS serta pengujian aktivitas antibakteri pada bawang. Pada tahap awal bawang putih difermentasi pada suhu konstan 60oC selama 24 hari dan dilakukan pengambilan sampel pada hari ke-6 12 dan 18. Kemudian bawang hitam diekstraksi dan diinjeksikan ke dalam kolom GC dan LC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa organosulfur yang terdeteksi oleh GC-MS pada hari ke-6 adalah Allyl (3-methylbutyl) sulfide sedangkan pada hari ke-12 terdeteksi 3 senyawa yaitu 3-Isothiazolecarboxamide 5-Isothiazolecarboxamide dan Benzene 1-(butylthio)-4-methyl. Sementara itu analisis menggunakan LC-MS mendeteksi adanya 16 senyawa organosulfur dengan jenis dan jumlah yang berbeda di setiap waktu fermentasi. Pada hari ke-6 terdeteksi 9 senyawa hari ke-12 terdeteksi 4 senyawa dan hari ke-18 terdeteksi 6 senyawa. Senyawa 5-( [3-chloro-5-(trifluoromethyl)-2-pyridyl]methyl thio)-4-pentyl-4H-1 2 4-triazol-3-ol merupakan senyawa organosulfur yang selalu terdeteksi pada LCMS di setiap waktu fermentasi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram terhadap bakteri bakteri gram positif (Staphylococcus aureus) dan bakteri gram negatif (Escherichia coli). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang hitam yang paling efektif dalam membunuh bakteri adalah bawang hitam yang dipanaskan selama 18 hari. Hal ini dapat dilihat dari diamater zona hambat yang paling besar dan stabil terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.


Informasi Detail
DDC
SKRIPSI DIGITAL
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Kimia, 2023.
Deskripsi Fisik
xv, 32 lembar : ilus.
Bahasa
Indonesia
No Reg
3080/RS/23
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2023
Subjek
1. EKSTRAK BAWANG HITAM - SENYAWA ORGANOSULFUR
2. GARLIC EXTRACT - ORGANOSULPHUR COMPOUNDS

Pembimbing
1. Hanumi Oktiyani Rusdi, S.pd, M.si
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik