Skripsi
Pengembangan media pinjarom (pintar sejarah Lombok) berbasis website 2 apk builder materi kedatangan Bangsa Belanda ke Lombok tahun 1894 untuk siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 1 Wanasaba Lombok Timur / Ulumia Hayatunnufus
Abstrak
Perkembangan teknologi yang semakin maju telah membawa pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan salah satunya pendidikan. Di mana para pendidik memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk menyampaikan materi kepada siswa. Hal ini dikenal dengan istilah media pembelajaran. Namun pemanfaatannya kurang maksimal karena sebagian besar pedidik hanya memanfaatkan PPt (Power Point) untuk menyampaikan materi bahkan ada pendidik yang tidak memanfaatkan teknologi. Padahal sumber daya atau potensi di sekolah cukup memadai untuk mengembangkan media pembelajaran seperti tersedianya laboratorium komputer jaringan internet atau wifi LCD dan diperkenankannya siswa membawa handphone. Penggunaan teknologi pada kegiatan pembelajaran juga sudah diatur dalam Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah ayat 13 yaitu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Fenomena di atas juga terjadi pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Wanasaba Kabupaten Lombok Timur yang diketahui dari hasil angket yaitu sebesar 42% guru dalam menyampaikan materi memanfaatkan modul 28% buku paket dan 30% berupa PPt mind mapping lembaran materi internet dan video. Seorang guru sejarah di sekolah tersebut juga mengatakan demikian bahwa dalam menyampaikan materi lebih sering menggunakan buku paket kadang ndash kadang PPt dan jarang menggunakan internet. Hal ini disebabkan oleh guru sejarah kurang menguasai teknologi. Sehingga guru menyampaikan materi yang hanya tersedia di buku paket dan kurang mendalam seperti materi sejarah Kerajaan Selaparang padahal jika disampaikan lebih mendalam lagi maka siswa mengetahui perkembangan masyarakatnya hingga kedatangan bangsa Belanda ke Lombok tahun 1894. Hal ini dibuktikan dengan hasil angket yang menunjukkan sebesar 82% siswa tidak mengetahui sejarahnya. Diketahui pula sumber daya yang dimiliki oleh SMA Negeri 1 Wanasaba cukup memadai untuk menunjang proses pembelajaran seperti tersedianya jaringan internet atau wifi laboratorium komputer LCD dan diperkenannya siswa membawa handphone. Selain itu dapat diketahui siswa kelas XI IPS 1 kurang antusias dalam belajar sejarah. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti menghasilkan media pembelajaran berbasis teknologi dan bersifat interaktif yang disebut Pinjarom (Pintar Sejarah Lombok) pada materi kedatangan bangsa Belanda ke Lombok tahun 1894 dengan memanfaatkan software iSpring Suite 10 dan Website 2 APK Builder sebagai alat pengembangnya. Setelah itu media ini diuji validitas atau kelayakan dan keefektifannya pada pembelajaran sejarah. Pada penelitian dan pengembangan ini peneliti menerapkan model ADDIE yang terdiri dari lima fase yaitu Analyze (menganalisis) Design (mendesain) Develop (mengembangkan) Implement (melaksanakan) dan Evaluate (mengevaluasi). Penggunaan model ini didasarkan pada pendapat Branch bahwa ADDIE merupakan suatu proses yang bertindak sebagai kerangka acuan untuk situasi yang kompleks sehingga sangat tepat untuk pengembangan produk pendidikan dan sumber belajar lainnya. Alasan lainnya terkait dengan filosofi pendidikan dari implementasi ADDIE yakni pembelajaran yang disengaja berpusat pada siswa otentik inspiratif dan inovatif. Pada penelitian ini digunakan tiga instrumen pengumpulan data yaitu pedoman wawancara dan observasi serta angket. Pedoman wawancara digunakan sebagai panduan untuk menggali informasi secara mendalam dari narasumber yaitu guru sejarah di SMA Negeri 1 Wanasaba Lombok Timur. Pedoman observasi digunakan untuk mengetahui situasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada pembelajaran sejarah dan potensi atau sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut. Angket digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan siswa dalam pembelajaran sejarah digunakan juga untuk mengumpulkan penilaian dari validator materi dan media serta respon siswa terhadap media Pinjarom. Data yang didapatkan dari instrumen tersebut berupa kuantitatif (angka) dan kualitatif (tanggapan narasumber kritik dan saran). Data kuantitatif dianalisis menggunakan skala likert sedangkan data kualitatif dari hasil wawancara dianalisis menggunakan analisis interaktif menurut Miles dan Hubermen yang terdiri dari empat tahap yaitu pengumpulan data reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang objektif dan akurat. Berdasarkan perhitungan penilaian dari ahli materi didapatkan persentase sebesar 96 9% dengan kategori sangat valid. Hasil perhitungan penilaian ahli media terhadap Pinjarom juga dikategorikan sangat valid atau layak dengan persentase 85 2%. Hasil uji coba kelompok kecil yang diikuti oleh 8 orang siswa menunjukkan hasil yang efektif dengan persentase sebesar 74 1%. Hasil uji coba kelompok besar dengan jumlah siswa yang ikut serta sebanyak 20 orang menunjukkan hasil yang sangat efektif dengan persentase sebesar 81 2%. Dapat disimpulkan bahwa Pinjarom sangat valid atau layak dan sangat efektif sebagai penunjang pada materi mengenai kedatangan bangsa Belanda ke Lombok tahun 1894 sehingga siswa dapat memahami kondisi geografis dan komposisi penduduk di Lombok pada akhir abad ke-19 siswa dapat memahami secara kronologis peristiwa sejarah sebelum kedatangan bangsa Belanda siswa dapat menganalisis latar belakang kedatangan bangsa Belanda tahun 1894 dan situasi di Lombok selama tahun 1894.