Tesis
Peningkatan partisipasi dan hasil belajar siswa Kelas VIII A melalui model pembelajaran social science inquiry pada mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan di SMP Negeri 5 Candipuro Kabupaten Lumajang / Yunita Permatasari
Abstrak
RINGKASAN Permatasari Yunita. 2021. Peningkatan Partisipasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A Melalui Model Pembelajaran Social Science Inquiry Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Di SMP Negeri 5 Candipuro Kabupaten Lumajang. Tesis Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr.Siti Awaliyah S.Pd. S.H. M.Hum. (2) Dr. Sri Untari M.Si Kata Kunci Social Science Inquiry Partisipasi Belajar Hasil Belajar Social Science Inquiry merupakan model pembelajaran dari kelompok sosial (social family) subkelompok konsep masyarakat (concept of society). Subkelompok ini didasarkan pada asumsi bahwa model pendidikan bertujuan untuk mengembangkan anggota masyarakat ideal yang dapat hidup dan dapat mempertinggi kualitas kehidupan masyarakat. Oleh karena itu siswaharus diberi pengalaman yang memadai bagaimana caranya memecahkan persoalan-persoalan yang muncul di masyarakat. Melalui pengalaman itulah setiap individu akan dapat membangun pengetahuan yang berguna bagi diri dan masyarakatnya. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yakni perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan tes tulis. Instrumen penelitian menggunakan tes soal esai lembar observasi peningkatan partisipasi dan hasil belajar lembar keterlaksanaan guru dan siswa. Hasil penelitian dijelaskan sebagaimana berikut 1) Persentase observasi siklus I yakni 76 67% sedangkan persentase observasi siklus II yakni 86 67% terjadi peningkatan berpikir kritis antara siklus I dan siklus II yakni sebesar 10%. 2) Persentasi ketuntasan Pretest siklus I sebesar 66 67% dan pada postest sebesar 76 67% terjadi peningkatan pada pada peresentase siswa yang memenuhi KKM antara prestest dan postest siklus I sebesar 10% . Sedangkan persentasi ketuntasan prestes siklus II sebesar 76 67% dan pada postest sebesar 90% terjadi peningkatan pada pada presentase siswa yang memenuhi KKM antara prestest dan postest siklus II sebesar 13 3%. Selain itu pada postest siklus I ke siklus II mengalami kenaikan sebesar 13 33%.