Skripsi
Hubungan interaksi sosial dengan kesepian pada lansia / Alfina Pramelia Wulandari
Abstrak
Tahap perkembangan manusia yang terakhir sering disebut sebagai masa lansia. Pada tahapan ini biasanya lansia rentan mengalami kesepian. Hal ini dapat disebabkan oleh hubungan yang dimiliki oleh lansia tidak sesuai seperti yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah interaksi sosial memiliki hubungan dengan kesepian pada lansia dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 133 lansia yang berada di Desa Sedarum. Untuk mengumpulkan data menggunakan 2 skala likert yaitu skala interaksi sosial sebanyak 15 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0 688 dan skala kesepian yang berjumlah 12 item dengan koefisien reliabilitas 0 560 yang berarti kedua skala tersebut cukup reliabel . Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai signifikansi 0 00 yang berada dibawah 0 05. Analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi product moment sehingga dapat dikatakan adanya hubungan antara interaksi sosial dengan kesepian pada lansia yang berbentuk hubungan positif. Sehingga semakin tinggi interaksi yang dilakukan maka kesepian pada lansia juga tinggi begitu juga sebaliknya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika kesepian pada lansia tergolong sedang. Hal ini dapat disebabkan oleh minimnya interaksi dan komunikasi yang terjadi pada keluarga dan hubungan sosial yang dimiliki lansia dalam masyarakat hanya sebagai pelarian dari rasa kesepian. Sehingga interaksi sosial nya juga dalam kategori sedang.