Skripsi
Analisis hubungan kemampuan berbahasa inggris dengan kemampuan literasi sains mahasiswa calon guru fisika / Tegar Pribadi
Abstrak
Literasi sains merupakan salah satu kemampuan yang sangat diperlukan mahasiswa yang nantinya digunakan untuk mengambil keputusan atas berbagai fenomena yang terjadi. Kemampuan ini penting untuk calon guru fisika mengingat guru berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Penguasaan kemampuan literasi sains calon guru ini salah satunya dapat diperoleh dari kegiatan pembelajaran dan membaca berbagai sumber belajar yang didalamnya juga berbahasa Inggris. Akan tetapi dalam perkuliahan sering kali mahasiswa calon guru mengunakan sumber belajar berbahasa Inggris. Penelitian ini berguna mengetahui permasalahan mahasiswa dalam menggunakan sumber belajar berbahasa Inggris serta keterkaitannya dengan kemampuan literasi sains mahasiswa calon guru fisika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada mahasiswa S1 pendidikan fisika yang menempuh mata kuliah English for Physics. Partisipan dalam penelitian ini yaitu 10 mahasiswa calon guru fisika. Pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling yang didasarkan pada hasil tes kemampuan berbahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan instrumen pedoman wawancara dan catatan hasil observasi pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan berbagai temuan terkait permasalahan dalam proses mahasiswa memperoleh informasi dari sumber belajar bahasa Inggris dan temuan-temuan lain terkait kemampuan literasi sains mahasiswa calon guru. Permasalahan yang ditemukan berasal dari kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa itu sendiri kata-kata ilmiah yang digunakan dalam sumber belajar berbahasa Inggris yang terlalu sulit dan motivasi untuk mempelajari bahasa Inggris. Terdapat indikasi adanya keterkaitan antara kemampuan berbahasa Inggris dan kemampuan literasi sains di mana kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa sejalan dengan kemampuan literasi sainsnya yang meliputi content knowledge procedural knowledge dan epistemic knowledge saat menggunakan sumber belajar berbahasa Inggris. Lebih konkrit penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penelitian selanjutnya yang melibatkan literasi sains dan sumber belajar berbahasa Inggris.