Skripsi
Kontribusi program asistensi Laboratorium pada pengembangan PCK (pedagogical content knowledge) mahasiswa calon guru fisika / Inez Almyra Shinta
Abstrak
PCK merupakan salah satu bentuk kemampuan profesional guru yang penting untuk dikuasai karena pengetahuan mengenai PCK berfungsi untuk menentukan langkah yang harus diambil guru sebagai upaya mencapai tujuan pembelajaran. Asistensi Laboratorium merupakan salah satu program yang memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengenai praktikum dari beberapa konsep yang telah dipelajari dan juga mengulang kembali praktikum yang sudah dilakukan sebelumnya. Program AL berpotensi melatih kemampuan pedagogik calon guru karena mahasiswa calon guru terlibat langsung dalam membimbing proses pembelajaran praktikum. Tujuan dari penelitian untuk menjelaskan kontribusi kegiatan AL pada pengembangan komponen PCK mahasiswa calon guru. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur sebagai data utama dan diperkuat dengan data pendukung berupa observasi lapangan dan kuesioner yang menilai kegiatan partisipan. Penentuan partisipan menggunakan teknik purposive sampling dimana partisipan berjumlah 3 mahasiswa calon guru fisika semester 5 Universitas Negeri Malang yang sedang aktif mengikuti program Asistensi Laboratorium Fisika Dasar 3. Hasil penelitian ini menunjukkan perkembangan keterampilan PCK yang dapat dilihat dari beberapa aspek pada komponen berikut ini (a) Knowledge of Science Curriculum partisipan dapat mengimplementasikan pengetahuan mengenai kurikulum vertikal dan pada pengetahuan program atau materi khusus motivasi belajar partisipan meningkat sebagai bentuk usaha memperkuat pengetahuan materi mereka sehingga dapat memberikan materi yang relevan kepada partisipan (b) Knowledge of Student Understanding partisipan dapat memahami kendala terbesar yang dihadapi praktikan dan berusaha menguatkan pengetahuan praktikan mengenai syarat yang harus praktikan pahami sebelum mempelajari praktikum terkait (c) Knowledge of Assessment in Science keterlibatan partisipan dalam tahap-tahap kegiatan praktikum membuat partisipan memahami aspek-aspek penting yang menjadi esensi pembelajaran dan metode untuk menilai aspek-aspek yang perlu dinilai dalam kerja praktikum (psikomotorik kognitif afektif) dan (d) Knowledge of Instructional Strategie partisipan dapat mengimplementasikan pengetahuan mereka mengenai strategi yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran sains dalam lingkup laboratorium serta menunjukan keterampilan melakukan kegiatan demonstrasi menginvestigasi kesulitan dan melakukan representasi dengan tujuan untuk memfasilitasi praktikan memahami suatu konsep atau teori fisika. Lebih jauh penelitian ini juga dapat menjadi bahan acuan pengambil keputusan untuk pengembangan PCK mahasiswa calon guru di masa mendatang.