Skripsi
Keefektifan konseling kelompok realitas teknik modelling untuk meningkatkan sikap asertif siswa SMAN 1 Srengat sebagai upaya mencegah perilaku Seks bebas / Elva Choirun Nikmah
Abstrak
Nikmah Elva Choirun. 2023. Keefektifan Konseling Kelompok Realitas Teknik Modelling untuk Meningkatkan Sikap Asertif Siswa SMAN 1 Srengat sebagai Upaya Mencegah Perilaku Seks Bebas. Skripsi. Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang pembimbing (1) Dr. Arbin Janu S S.Pd M.Pd (2) Drs. Djoko Budi Santoso M.Pd Kata Kunci konseling realitas modelling sikap asertif Sikap asertif merupakan sikap yang mampu dalam mengemukakan pendapat keinginan perasaan secara jujur dan terbuka. Dalam bersikap asertif seseorang berani mengekpresikan diri dengan mengutarakan perasaan dan pikirannya. Tidak semua remaja memiliki sikap asertif remaja yang memiliki sikap asertif dapat mempermudah bersosialisasi. Hasil studi pendahuluan di SMAN 1 Srengat menunjukkan bahwa terdapat kasus bunuh diri dengan motif asmara pembuatan video porno dan hamil diluar nikah. Konselor menjelaskan rendahnya sikap asertif menjadi dasar adanya tindakan yang mengarah pada perilaku seks bebas. Sikap asertif siswa SMAN 1 Srengat tergolong rendah. Konseling realitas berorientasi pada tingkah laku individu. Pendekatan realitas didasarkan pada kesadaran sikap. Berdasarkan hal tersebut konseling realitas menggunakan teknik modelling perhatian dan fokus mengarah pada tokoh yang menjadi model. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan konseling realitas teknik modelling untuk meningkatkan sikap asertif sebagai upaya mencegah perilaku seks bebas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperimental one group (pretetst-posttest satu kelompok). Rancangan penelitian ini meliputi tes awal (pretest) sebelum perlakuan dan tes akhir (posttest) setelah diberikan perlakuan. Hasil dari posttest diuji dengan hasil dari pretest jika menunjukkan perbedaan maka terdapat pengaruh dari perlakuan yang diberikan. Subjek penelitian 8 siswa dengan penentuan subjek menggunakan teknik sampling purposive. Instrumen yang digunakan adalah inventori sikap asertif diadaptasi dari skripsi Dwi Setyorini. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data deskriptif dan analisis data inferensial yakni Uji N-gain Score dan Uji Wilcoxon. Analisis data deskriptif hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan antara skor pretest dan skor posttest setelah diberikan konseling kelompok realitas teknik modelling. Pada pretest 7 siswa memiliki kategori rendah dan 1 siswa memiliki kategori sedang mengalami kenaikan setelah diberikan treatment sehingga skor posttest meningkat dan 8 siswa tersebut memiliki kategori tinggi. Analisis data inferensial hasil penelitian ini pada uji N gain Score menunjukkan nilai rata-rata (mean) diperoleh sebesar 0 8742 gt 0 7 maka efektifitasnya tinggi. Pada Uji Wilcoxon menunjukkan positif ranks dari 8 responden mengalami kenaikan sebesar 4 5 nilai asymp. Sig (2-tailed) diperoleh 0 012 lt 0 05 maka hipotesis diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan konseling kelompok realitas teknik modelling efektif untuk meningkatkan sikap asertif siswa SMAN 1 Srengat. Berdasarkan temuan penelitian disarankan untuk konselor menggunakan viii pendekatan realita teknik modelling dalam membantu meningkatkan asertif siswa. Sedangkan saran untuk peneliti selanjutnya adalah menggunakan desain penelitian yang melibatkan kelompok kontrol.