Skripsi
Penerapan model problem based learning (pbl) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas xi biologi 1 SMA Negeri 02 Batu / Farah Nur Indah
Abstrak
Keterampilan berpikir kritis ialah salah satu elemen The 4C Skills yang harus dikembangkan dalam diri peserta didik untuk menghadapi berbagai tantangan di abad XXI. Peneliti telah melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didikkelas XI Biologi 1yangmenunjukkan bahwa hanya terdapat 11% atau 4 dari total 35 peserta didik yang memiliki keterampilan berpikir kritis dengan tingkat baik serta sebanyak 54%atau 19 peserta didik belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Implementasimodel Problem Based Learning(PBL) mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang dimiliki peserta didik dan mampu meningkatkan hasil belajar yang mereka peroleh. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif peserta didik di kelas XI Biologi 1 SMA Negeri 02 Batu melalui penerapan model PBL. Tujuan penelitian ini diraih dengan menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model spiral Kemmis-Mc. Taggart. Peserta didik kelas XI Biologi 1 di SMA Negeri 02 Batu Semester Genap tahun ajaran 2022/2023 ialah subjek dalam penelitian ini. Pengukuran keterampilan berpikir kritis peserta didik menggunakan tes uraian sedangkan pengukuran hasil belajar kognitif menggunakan tes pilihan ganda. PTK diberhentikan pada siklus 2 karena telah terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif peserta didik dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil penelitian ini ialah diperoleh peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik dimana tidak terdapat peserta didik yang memiliki keterampilan berpikir kritis dalam kategori rendah maupun sedang. Sebanyak 43% peserta didik dalam kategori baik dan 57% atau 20 peserta didik dalam kategori sangat baik. Hasil belajar kognitif peserta didik meningkat dari siklus 1 dengan rata-rata nilai 74 meningkat menjadi 80 pada siklus selanjutnya. Ketuntasan belajar peserta yang pada siklus 1 sebesar 60% meningkat pada siklus 2 menjadi 74%. Saran untuk guru ialah agar mengimplementasikan model PBL sebagai variasi model pembelajaran biologi di kelas serta lebih memperhatikan kebutuhan peserta didik saat proses pembelajaran.