Skripsi
Analisis earning management pada family firms / Hendry Cahyono
Abstrak
IFOB memprediksi bahwa bisnis yang mayoritas dimiliki oleh anggota keluarga menyumbang 70-90 persen dari PDB dunia. Menurut survei PwC di Indonesia lebih dari 95 persen bisnis adalah dimiliki keluarga dan kontribusi family firms terhadap PDB sebesar 25 persen. Maka dari itu penting memahami perilaku family firms di Indonesia salah satunya praktik manajemen laba. Family firms rentan terhadap masalah manajemen laba di mana anggota keluarga mendominasi kepemilikan saham sehingga mampu mengendalikan kegiatan operasional dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan keluarga. Hal tersebut akan mengakibatkan kurang efektif dalam melaporkan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. Maka dari itu tujuan penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki praktik manajemen laba akrual dan manajemen laba riil di dalam family firms jika dibandingkan dengan nonfamily firms. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis data sekunder dengan jenis penelitian kuantitatif eksplanatif. Hasil penelitian menemukan bahwa kepemilikan saham keluarga tidak memengaruhi manajer dalam melakukan manajemen laba akrual (ABEM). Family firms di Indonesia cenderung tidak memengaruhi manajemen laba akrual dikarenakan perlindungan investor di Indonesia yang tinggi sehingga tidak ada kesempatan keluarga untuk melakukan manajemen laba dengan menurunkan laba seperti yang terjadi pada family firms di Jerman. Family firms memengaruhi manajemen laba riil (REM) di mana family firms cenderung rendah dalam melakukan manajemen laba riil jika dibandingkan dengan non-family firms. Teori SEW menjelaskan bahwa family firmslebih memperhatikan keberlangsungan usaha sehingga tidak terlibat dengan REM yang dapat berdampak negatif pada nilai jangka panjang perusahaan.