Skripsi
Pengaruh suhu penyangraian terhadap profil senyawa bernitrogen serta potensi ekstrak kopi arabika (coffea arabica) sebagai antibakteri / Shofi Indriyani
Abstrak
Kopi arabika banyak diminati oleh masyarakat hingga mencapai 80% total produksi kopi di dunia. Kandungan senyawa bernitrogen dalam kopi arabika dipengaruhi oleh suhu penyangraian. Suhu penyangraian kopi arabika yang paling banyak digunakan untuk minuman adalah 210oC dan 230oC. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu penyangraian dengan variasi 210oC dan 230oC terhadap profil senyawa bernitrogen dalam ekstrak kopi arabika serta potensi antibakteri pada ekstrak biji kopi arabika. Penelitian ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama yaitu ekstraksi biji kopi arabika dengan sokletasi menggunakan pelarut metanol yang selanjutnya dianalisis menggunakan Gas Chromatography ndash Mass Spectrometry (GC-MS) dan Liquid Chromatography ndash Mass Spectrometry (LC-MS). Bagian kedua meliputi ekstraksi biji kopi arabika dengan penyeduhan dan pengujian aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi kertas cakram. Hasil penelitian dari analisis GC-MS menunjukkan bahwa profil senyawa bernitrogen pada penyangraian 210oC lebih stabil dibandingkan dengan suhu 230oC. Sementara itu berdasarkan hasil analisis LC-MS diperoleh data persen area senyawa bernitrogen yang besar atau mendominasi dengan struktur cincin. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan hasil positif. Hasil uji aktivitas antibakteri ini menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi arabika berpotensi sebagai antibakteri tetapi masih tergolong dalam kategori lemah.