Skripsi
Struktur fisik geguritan pada majalah jayabaya edisi Januari-Februari 2023 / Retno Ayu Setyoningrum
Abstrak
Geguritan adalah warisan budaya Indonesia yang patut dilestarikan agar keberadaanya tidak hilang tergerus arus modernisasi dengan cara diajarkan di sekolah. Namun pengajaran materi geguritan masih belum maksimal karena kurangnya minat baca siswa pada geguritan sehingga siswa kurang aktif saat pembelajaran di kelas. Geguritan awalnya terikat oleh sebuah aturan tetapi pada masa sekarang banyak masyarakat yang kesulitan untuk memahami makna dalam geguritan sehingga mulai banyak mucul geguritan yang tidak mematuhi aturan-aturan tertentu dalam pembuatannya seperti contohnya pada geguritan yang termuat dalam majalah Jayabaya edisi Januari-Februari 2023.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur fisik geguritan yang dibatasi pada diksi majas dan citraan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi dokumen yakni membaca tulisan berulang-ulang hingga mendapat pemahaman secara menyeluruh terhadap isinya mengambil kutipan yang sesuai dengan penggunaan diksi majas dan citraan. dan mengklasifikasikan kutipan-kutipan tersebut sesuai dengan jenis diksi majas dan citraan. Sumber data penelitian ini adalah geguritan dalam majalah Jayabaya Edisi Januari-Februari 2023. Data penelitian ini berupa kutipan pemaparan yang berkaitan dengan struktur fisik geguritan yang dibatasi pada diksi majas dan citraan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui 4 tahap yaitu pengumpulan data reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pengarang lebih banyak menggunakan diksi konotatif majas personifikasi dan citraan gerak dikarenakan tema antar geguritan yang relatif sama sehingga tidak heran jika para pengarang menggunakan diksi majas dan citraan yang hampir sama.