Skripsi
Analisis pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran ekonomi materi lembaga keuangan di kelas x-5 SMA Negeri 8 & SMA Negeri 9 Malang / Rika Wahyu Fitriani
Abstrak
Analisis ini di latarbelakangi oleh dengan kondisi pembelajaran di dalam kelas dimana ditemukan perbedaan gaya belajar sehingga setiap siswa merasa belum menemukan pembelajaran yang sesuai dan potensi siswa belum terkoordinir dengan optimal. Selain itu juga belum banyak diketahui tingkat kesiapan peserta didik untuk menerima materi pembelajaran berikutnya sehingga kemampuan siswa untuk menghubungkan kaitan materi satu dengan yang lain masih rendah. Sebagaimana hal tersebut pemerintah melakukan kebijakan yang mendukung pemulihan pembelajaran seusai pandemi yaitu fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik. Dalam mata pelajaran ekonomi materi lembaga keuangan sebelumnya pembelajaran yang dilakukan cenderung menggunakan metode ceramah sehingga kurang diminati serta dicermati oleh siswa dan memerlukan strategi yang tepat untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang terdiri dari kesiapan belajar siswa minat siswa dan juga profil belajar siswa. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui (1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran ekonomi materi Lembaga Keuangan (2) Untuk Mengetahui dampak serta hambatan dari pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran ekonomi materi Lembaga keuangan di dalam kelas X-5 SMA Negeri 8 Malang dan SMA Negeri 9 Malang Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi penyajian data dan penarikan kesimpulan serta Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi masing-masing guru telah merancang kegiatannya sesuai dengan sintak pembelajaran berdiferensiasi yang diawali dengan tes diagnostik peserta didik untuk menyusun rancangan pembelajaran juga menggunakan hasil tes diagnostik terkait gaya belajar siswa. Namun pada pelaksanaannya ditemukan guru di kedua sekolah tersebut belum sepenuhnya bisa menerapkan ketiga strategi diferensiasi secara bersamaan. Hal ini disebabkan karena keterbatasan jam pembelajaran sehingga guru hanya dapat mengakomodasikan gaya belajar peserta didik dalam menyusun konten maupun proses serta produk dalam satu pertemuan.