Disertasi
Pembelajaran budaya bagi pelajar bipa di Malang / Renda Yuriananta
Abstrak
Pengenalan budaya Indonesia penting untuk dilakukan pada pembelajaran BIPA khususnya bagi pelajar BIPA yang belajar di Indonesia. Hal ini akan berpengaruh pada implementasi penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat. Pemahaman budaya akan sangat menentukan pemahaman yang tepat atas konteks yang melingkupi sebuah komunikasi antara pelajar BIPA dengan penutur asli bahasa Indonesia atau masyarakat Indonesia. Berdasarkan hal itu budaya Indonesia perlu diajarkan kepada pelajar BIPA. Hal itu dilakukan untuk memberikan wawasan budaya Indonesia pada pelajar BIPA. Pemberian wawasan budaya itu dapat dilakukan melalui materi ajar BIPA strategi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran BIPA. Oleh karena itu pengungkapan tiga hal itu yang menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif difokuskan untuk mencari dan menafsirkan makna dari suatu realitas sosial. Penelitian ini dilakukan di tiga lembaga penyelenggara program BIPA KNB (Kemitraan Negara Berkembang). Tiga lembaga tersebut adalah Universitas Negeri Malang (UM) Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Data hasil studi dokumen diperoleh dari analisis buku-buku ajar BIPA yang digunakan pada program KNB di tiga lembaga tersebut. Data hasil wawancara diperoleh dari kegiatan wawancara yang dilakukan kepada enam pengajar BIPA dari tiga lembaga tersebut. Data hasil observasi diperoleh dari kegiatan observasi yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dalam program KNB di tiga lembaga tersebut. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman Materi pembelajaran budaya yang dikemas dalam bentuk teks dan nonteks bermuatan budaya berdasarkan tujuh unsur kebudayaan universal. Materi yang bermuatan tujuh unsur kebudayaan universal ini digunakan untuk meningkatkan memberikan wawasan budaya Indonesia pada pelajar BIPA. Materi budaya diwujudkan dalam bentuk teks dan nonteks dengan tujuan bahwa pembelajaran budaya akan lebih bervariatif dan konkret. Materi yang bervariasi dengan bermuatan budaya dapat memberikan pengetahuan budaya Indonesia pada pelajar BIPA di Malang agar dapat melakukan komunikasi bahasa Indonesia tanpa kendala pemahaman budaya yang berbeda. Strategi pembelajaran budaya dilakukan dengan mengajarkan keterampilan berbahasa dan tata bahasa Indonesia yang mengandung informasi budaya Indonesia sebagai konteksnya. Strategi pembelajaran budaya yang digunakan dalam BIPA berorientasi pada kegiatan melatih keterampilan berbahasa sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada pelajar BIPA. Strategi pembelajaran budaya tersebut dikategorikan menjadi lima yaitu strategi pengenalan budaya pendalaman budaya pembandingan budaya kreasi budaya dan performansi budaya. Lima strategi tersebut dilakukan untuk mengajarkan budaya Indonesia pada pelajar BIPA agar pemahaman mereka terkait budaya Indonesia dapat meningkat sehingga komunikasi antarbudaya dapat berjalan lancar. Evaluasi pembelajaran budaya pada pelajar BIPA digunakan untuk mengukur perkembangan belajar bahasa Indonesia pelajar BIPA dengan memasukkan informasi-informasi budaya di dalamnya atau pada kegiatannya. Berdasarkan waktu pelaksanaan evaluasi pembelajaran budaya dilakukan dengan tes harian ujian tengah program dan ujian akhir program. Berdasarkan bentuk evaluasinya evaluasi pembelajaran budaya dibagi menjadi tes dan nontes. Berdasarkan pelaksanaannya evaluasi pembelajaran budaya dibagi menjadi enam yaitu tes pemahaman bacaan atau simakan observasi penugasan penilaian portofolio tugas proyek dan performansi. Evaluasi pembelajaran tersebut memanfaatkan budaya Indonesia sebagai bagian untuk mengenalkan budaya Indonesia sekaligus mengukur perkembangan belajar pelajar BIPA.