Skripsi
Modernisasi tari Jaranan Pegon di Paguyuban Mayangkoro Original Desa Pojok Kabupaten Kediri periode 2012-2022 / Diesta Nandini
Abstrak
Artikel ini mengkaji tentang modernisasi seni pertunjukan tradisional Jaranan Pegon yaitu seni pertunjukan yang ditarikan oleh penari laki-laki dengan menggunakan properti yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk jaran (kuda). Penyajian yang semula ditampilkan secara tradisional untuk kepentingan adat. Kini dialih fungsi menjadi suatu seni pertunjukan yang mengalami modernisasi yaitu perkembangan yang dilakukan oleh Paguyuban Mayangkoro Original. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk modernisasi yang terjadi di Paguyuban Mayangkoro Original periode 2012 hingga 2022 dan mendeskripsikan faktor pendorong bertahan jaranan Pegon di paguyuban Mayangkoro Original di era modernisasi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara observasi dan dokumentasi serta teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Peneliti juga melakukan pendokumentasian dan menggunakan data dokumentasi yang dimiliki oleh narasumber agar data dapat dipahami dengan sempurna. Hasil penelitian Modernisasi Tari Jaranan Pegon di Paguyuban Mayangkoro Original periode 2012 hingga 2022 yaitu (1) Bentuk modernisasi meliputi musik tata pentas media promosi kostum gerak tari dan properti tari jaranan pegon. (2) Faktor para pemain jaranan tetap bertahan dalam era modern karena adanya rasa memiliki terhadap kesenian tersebut dan keinginan mereka untuk melestarikan budaya sehingga generasi muda tidak melupakan warisan budaya Indonesia.