Skripsi
Gerakan literasi sekolah (GLS) dan pendukung literasi di SMKN 1 Purbalingga / Nayla Tata Nur Fadila
Abstrak
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan respon pemerintah terhadap rendahnya minat baca peserta didik Indonesia yang diberlakukan di seluruh jenjang sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Gerakan literasi sekolah yang dilaksanakan di SMKN 1 Purbalingga yang meliputi (1) pelaksanaan tahap pembiasaan (2) pelaksanaan tahap pengembangan (3) pelaksanaan tahap pembelajaran dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI PPLG 1 dan (4) Lingkungan fisik sekolah dan perpustakaan sebagai pendukung literasi di SMKN 1 Purbalingga. Analisis deskriptif digunakan dalam penelitian kualitatif ini. Subjek penelitian adalah Tim Literasi Sekolah (TLS) meliputi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan SMKN 1 Purbalingga. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan observasi wawancara Tim Literasi Sekolah (TLS) studi dokumen berupa profil perpustakaan dan RPP Bahasa Indonesia dan dokumentasi dengan pelaksanaan GLS sebagai objek utama penelitian. Tringulasi tiga sumber digunakan sebagai teknik analisis dan keabsahan data pada penelitian ini. Hasil penelitian fokus pertama menunjukan terdapat 2 kegiatan pembiasaan yaitu kegiatan 15 menit membaca dan literasi keagamaan. Selanjutnya tahap pengembangan GLS berupa penghargaan ldquo Nominasi Paling Rajin rdquo oleh perpustakaan sekolah dan outingclass oleh guru Bahasa Indonesia. Pendukung Literasi di SMKN1 Purbalingga terdiri dari fasilitas pojok baca kelas dan lingkungan sekolah yang literat memanfaatkan mading dan poster serta gedung perpustakaan sebagai pendukung utama. Perpustakaan SMKN 1 Purbalingga mudah ditemukan oleh warga sekolah dan menyediakan 611 judul buku pelajaran dengan jumlah 38.146 eksemplar dan 1811 judul buku nonpelajaran (fiksi dan nonfiksi) dengan jumlah 8.961 eksemplar dan dikelola oleh 1 ketua dan 2 petugas perpustakaan untuk memberikan layanan utama berupa sirkulasi dan referensi kepada peserta didik.