Skripsi
Arah warna dan ketahanan luntur pewarna alami bahan menginang motif jumputan dengan fiksasi tawas, tunjung dan kapur sirih / Anis Safira Amalia Hadi
Abstrak
Budaya menginang merupakan salah satu budaya yang memanfaatkan beberapa bahan didalamnya antara lain daun sirih biji pinang gambir kapur sirih dan tembakau. Seluruh bahan menginang menghasilkan warna yang berbeda- beda hal tersebut memberikan inspirasi kepada peneliti untuk memanfaatkan seluruh bahan menginang untuk di jadikan pewarna alami tekstil dengan mencampurkan bahan yang sesuai dengan komposisi penginang. Penelitian ini menggunakan kain mori primmisima dan menggunakan bahan fiksasi tawas tunjung dan kapur sirih. Penelitian ini untuk mengetahui arah warna dan ketahanan luntur warna pencucian sabun hasil pencelupan bahan menginang tanpa fiksasi dan fiksasi. Metode eksperimen dengan analisis data secara deskriptif diterapkan pada riset ini. Hasil pencelupan bahan menginang motif jumputan menunjukkan hasil warna yang berbeda-beda pada setiap fiksasi yang digunakan. Hasil tanpa fiksasi pencelupan bahan menginang motif jumputan menghasilkan warna Soft Brown menggunakan fiksasi tawas pada pencelupan bahan menginang motif jumputan menghasilkan warna Muddy Waters Brown menggunakan fiksasi tunjung pada pencelupan bahan menginang motif jumputan menghasilkan warna Chocolate Brown dan menggunakan fiksasi kapur sirih pada pencelupan bahan menginang motif jumputan menghasilkan warna Soft Brown. Hasil uji ketahanan luntur warna akibat pencucian sabun tanpa fiksasi menghasilkan nilai 3- 4 yang berarti sampel kain tidak mengalami penguncian warna sehingga kategori yang diperoleh hanya cukup baik sedangkan penggunaan fiksasi tawas tunjung dan kapur sirih mendapatkan nilai 4 dengan kategori baik yang berarti kandungan dari tiga bahan fiksasi yang digunakan dapat mengunci zat warna pada kain dengan baik dan juga bahan fiksasi tersebut sering digunakan sebagai bahan fiksasi zat warna alam pada umumnya tidak heran jika hasil ketahanan luntur akibat pencucian menghasilkan kategori baik.