Skripsi
Pemanfaatan kulit bawang bombay (Allium Cepa L.) sebagai pewarna alami terhadap hasil warna ditinjau dari penggunaan berbagai fiksator, perbedaan larutan celup (Vlot), dan lama pencelupan pada kain mori primissima / Audrey Chalvira
Abstrak
Penggunaan bahan kimia pada Zat Pewarna Sintetis memiliki dampak negatif terhadap lingkungan sehingga alternatif yang dapat digunakan untuk menghindari hal tersebut adalah dengan menggunakan Zat Pewarna Alam. Salah satu material yang bisa dipakai sebagai bahan pembuat Zat Pewarna Alam yaitu kulit bawang bombay. Pada penelitian ini bahan utama yang digunakan yaitu kulit bawang bombay dan kain mori primissima sedangkan material yang digunakan sebagai fiksator yaitu garam dapur soda abu dan cuka dapur. Perbandingan massa larutan celup yang dipakai yaitu 1 10 1 50 dan 1 100. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui hasil warna dan ketahanan luntur pada mori primissima dengan ekstrak kulit bawang bombay ditinjau dari penggunaan berbagai fiksator perbedaan larutan celup (Vlot) dan lama pencelupan. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan metode analisis deskriptif. Warna yang dihasilkan dari ekstraksi kulit bawang bombay bervariasi. Berdasarkan data yang didapatkan dari software Colorblind Assistant untuk sampel kontrol dengan pencelupan selama 1 jam penggunaan fiksator garam dapur menghasilkan warna Golden Rod penggunaan fiksator soda abu menghasilkan warna Golden Sundace dan penggunaan fiksator cuka dapur menghasilkan warna Golden Rod. Sedangkan pada pencelupan selama 5 jam penggunaan fiksator garam dapur menghasilkan warna Dark Golden Rod penggunaan fiksator soda abu menghasilkan warna Lemon Ginger Brown dan penggunaan fiksator cuka dapur menghasilkan warna Dark Golden Rod. Hasil uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun menggunakan garam dapur dan cuka dapur menunjukkan nilai 3-4 dengan keterangan baik sedangkan soda abu menunjukkan nilai 3 dengan keterangan cukup.