Skripsi
Body dysmorphia sebagai inspirasi penciptaan karya seni patung / Arsyadia Nur Vigna
Abstrak
Manusia merupakan makhluk visual artinya manusia mempunyai kecenderungan untuk menilai penampilan fisik dirinya atau individu lain. Penilaian diri sendiri yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakpuasan pada diri individu tersebut sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan mental yang disebut body dysmorphic disorder (BDD) atau body dysmorphia. Dari penelitian yang sudah ada sebelumnya diketahui bahwa 1 7% populasi remaja memiliki kecenderungan untuk mengalami BDD. Sebanyak 1 3-3 3% remaja perempuan mengidap BDD sedangkan pada laki-laki berbanding terbalik dengan persentase 0 2-0 6%. Dari fakta yang dipaparkan diatas penulis ingin mengangkat isu mengenai body dysmorphia sebagai inspirasi penciptaan karya seni patung. Pada penciptaan karya seni patung ini penulis menggunakan metode penciptaan Alma Hawkins yang terdiri dari tahap eksplorasi improvisasi/eksperimentasi dan pembentukan sehingga menghasilkan delapan karya yang akan merepresentasikan kecemasan dari pengidap BDD. Tujuan dilakukannya penciptaan karya ini adalah untuk menuangkan kegelisahan penulis akan BDD dalam karya seni patung. Selain itu dari adanya karya ini dapat menambah wawasan kreatif masyarakat mengenai seni patung.