Skripsi
Pengaruh variasi arus pengelasan dan perbedaan media pendingin engine coolat dan gel aloe vera terhadap nilai kekerasan baja ss 316nt / Yogie Ariestea Reshandy
Abstrak
Inggris Bidang konstruksi dan manufaktur yang terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi menjadikan bagian terpenting dalam bidang tersebut yaitu pengelasan ikut mengikuti perubahan sebab perannya dalam produksi logam dan rekayasa industry. Jenis pengelasan yang sering diterapkan dalam industri manufaktur adalah pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dan pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) (Yuslih 2017). Dalam penelitian ini akan berfokus pada penggunaan pengelasan dengan prinsip SMAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai rata-rata kekerasan baja stainless steel 316 terbaik melalui proses pengelasan yang menerapkan tiga variasi arus pengelasan yaitu 70 ampere 80 ampere dan 90 ampere. Bahan sambungan (elektroda) yang digunakan adalah tipe AWS E 308-16 berdiameter 2 6 mm. Media quenching yang dipakai yaitu coolant engine serta gel aloevera. Metode uji kekerasan untuk spesimen baja tahan karat stainless steel 316 yaitu dengan metode uji Vickers. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain one shot case study models dan dilakukan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelasan dengan variasi arus las dan media pendingin yang berbeda maka nilai kekerasan yang didapat pada baja tahan karat SS 316 juga berbeda. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa nilai kekerasan tertinggi didapat pada arus las 90 ampere dengan media pendingin engine coolant yaitu sebesar 208 2 HV. Sedangkan nilai kekerasan tertinggi pada media pendingin aloevera gel pada arus las 70 ampere mendapatkan nilai kekerasan sebesar 202 6 HV.