Skripsi
Evaluasi status mutu air di Sungai Brantas hulu menggunakan metode storet dan Indeks Pencemaran (IP) / Hanifa Rahmatika
Abstrak
Kawasan Sungai Brantas Hulu di Kota Batu Jawa Timur saat ini telah tercemar. Penggunaan pestisida yang mengandung bahan kimia jumlah penduduk yang terus bertambah dan meningkatnya alih fungsi lahan diindikasi menjadi faktor-faktor penyebab pencemaran di sungai ini. Evaluasi tingkat pencemaran air yang dilakukan secara berulang menjadi salah satu upaya untuk mengelola sumberdaya air. Metode Storet dan Indeks Pencemaran (IP) menjadi dua metode yang sering digunakan untuk membandingkan status mutu air dengan menggunakan parameter kualitas air yang sama yang dicantumkan pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan status mutu air Sungai Brantas Hulu tahun 2018 2019 2020 2021 dan 2022 serta melihat fluktuasi kualitas air yang terjadi selama 5 tahun. Metode Storet dan Indeks Pencemaran (IP) merupakan dua metode yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan 15 parameter kualitas air berupa parameter kimia fisika dan biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Brantas Hulu selama kurun waktu 5 tahun (2018 ndash 2022) telah mengalami pencemaran pada 3 titik pantaunya yaitu pencemaran ringan hingga sedang berdasakan metode IP dan pencemaran sedang hingga berat berdasarkan metode Storet. Parameter yang banyak melampaui Baku Mutu Air dipersyaratkan adalah parameter fosfat BOD COD dan bakteriologi.