Disertasi
Karakteristik klaim dalam pemecahan masalah geometri ditinjau dari sense-making mahasiswa / Agung Deddiliawan Ismail
Abstrak
Ketika seseorang dihadapkan pada masalah geometri seringkali orang tersebut akan merasa bingung untuk memulai dari mana. Langkah awal yang dilakukan oleh seseorang dalam memecahkan masalah adalah memahami masalah. Proses memahami sesuatu dengan menghubungkan antara informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya disebut sebagai sense-making. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa pada penyelesaian masalah geometri ada kecenderungan penggunaan klaim apabila informasi yang diberikan tidak lengkap. Selain itu mahasiswa tidak mengetahui jenis dan ciri dari pernyataan atau klaim yang digunakan. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa klaim dibangun berdasarkan sense-making. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasikan klaim dalam pemecahan masalah geometri ditinjau dari sense-making mahasiswa. Berdasarkan fokus dan tujuan penelitian maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk pada jenis penelitian studi kasus (case study). Penelitian dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini melibatkan 62 mahasiswa semester 6 Prodi S1 Pendidikan Matematika. Selanjutnya mahasiswa tersebut diminta untuk menyelesaikan masalah geometri. Berdasarkan 62 hasil jawaban didapat 56 jawaban benar dan 6 jawaban salah. Selain itu berdasarkan hasil analisis dari jawaban yang benar terdapat 3 tipe kelompok yang didasarkan pada kemiripan karakteristik klaim yang dibuat. Kelompok tipe analitik memiliki kriteria adanya kemiripan klaim yang dibuat dengan disertai pembuktian. Kelompok tipe semi analitik memiliki kriteria adanya kemiripan klaim namun tidak dibuktikan. Kelompok tipe intuitif memiliki kriteria klaim tidak ditulis dan tidak dibuktikan. Untuk kelompok tipe analitik terdapat enam mahasiswa kelompok tipe semi analitik terdapat empat puluh satu mahasiswa dan kelompok tipe intuitif terdapat sembilan mahasiswa. Berdasarkan identifikasi munculnya keempat elemen sense-making yaitu membuat dugaan objek geometri membuat argumen dan membuktikan menggunakan berbagai pendekatan geometri melakukan koneksi dan evaluasi didapat dua mahasiswa pada tipe analitik. Untuk tipe semi analitik terdapat empat mahasiswa dan tipe intuitif terdapat tiga mahasiswa. Hasil pengelompokan didapat dua mahasiswa pada tipe analitik empat mahasiswa pada tipe semi analitik dan tipe intuitif terdapat tiga mahasiswa Karena pada masing-masing kelompok memiliki kemiripan klaim yang dibuat maka dipilih satu subjek pada masing-masing kelompok untuk mewakili. Jadi didapat tiga subjek pada penelitian ini. Kelompok tipe analitik diwakili oleh subjek 1. Kelompok tipe semi analitik diwakili oleh subjek 2 dan kelompok tipe intuitif diwakili oleh subjek 3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik klaim prinsip geometri untuk tipe analitik pada elemen dugaan objek geometri tipe ini mengidentifikasi dan mengelompokkan informasi membuat pola objek geometri dan mengevaluasi objek geometri. Argumen dibuat dan dibuktikan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan geometri dan aljabar. Tipe ini mengaitkan informasi pada masalah dengan pengetahuan geometri sebelumnya. Karakteristik klaim faktual pada dugaan objek geometri tipe ini mengidentifikasi bangun-bangun yang memiliki kesamaan bentuk dan sudut. Tipe ini membuat dan memvalidasi argumen. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan geometri dan aljabar. Argumen satu dan lainnya seliang berkaitan. Karakteristik klaim prinsip matematika untuk tipe semi analitik yaitu tipe kelompok yang memiliki kesamaan klaim namun tidak membuktikan klaim pada elemen membuat dugaan objek geometri tipe ini mengidentifikasi informasi yang ada pada masalah melakukan pengamatan pada struktur gambar dan mencari pola dan hubungan objek geometri. Untuk elemen membuat dan membuktikan argumen tipe ini langsung membuat argumen tanpa membuktikan. Untuk elemen menggunakan berbagai pendekatan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan bangun geometri dan aljabar. Pada elemen membuat koneksi tipe ini mengaitkan informasi dan gambar pada masalah dengan pengalaman atau pengetahuan geometri yang dimiliki. Untuk karakteristik klaim faktual pada elemen menduga objek geometri tipe ini mebuat objek berdasarkan informasi dan gambar pada masalah. Tipe ini melihat kesamaan informasi pada gambar dengan pengetahuan geometri yang dimiliki. Pada elemen membuat dan mengevaluasi argumen argumen yang dibuat dan digunakan tanpa divalidasi kebenarannya. Sedangkan elemen membuat koneksi tipe ini mengaitkan antara informasi pada gambar dengan pengetahuan geometri yang dimiliki. Karakteristik klaim prinsip matematika untuk tipe intuitif pada elemen membuat dugaan objek geometri tipe ini melakukan pengamatan pada bangun yang memiliki kesamaan pola dan membuat kesimpulan berdasarkan intuisi. Untuk elemen membuat dan membuktikan argumen tipe ini tidak membuat argumen dan tidak membuktikannya. Pada elemen menggunakan berbagai pendekatan tipe ini menggunakan gambar simbol dan operasi aljabar. Pada elemen membuat koneksi tipe ini cenderung mengaitkan sebagian gambar dengan pengetahuan geometri yang dimiliki. Karakteristik klaim faktual pada elemen menduga objek geometri terlihat adanya kecenderungan bahwa tidak ada penjelasan atau pembuktian tentang argumen. Pada tipe ini argumen tidak dituliskan dan tidak divalidasi kebenarannya namun digunakan. Tipe ini membuat koneksi antar gambar dengan pengetahuan geometri sebelumnya.