Skripsi
Pengaruh penggunaan sosial media dalam peningkatan berpikir kritis pada siswa kelas x jurusan teknik pemesinan di SMKN 1 Sidoarjo / Asri Kinanty Ramandha
Abstrak
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran yang beragam serta materi pembelajaran yang dibuat secara optimal agar siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Pada kurikulum merdeka guru memiliki kebebasan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat siswa. Adanya kurikulum merdeka membebaskan guru dalam memilih perangkat ajar hal tersebut menjadi sebuah tantangan baru bagi seorang guru khususnya di SMKN 1 Sidoarjo. Guru dapat menggunakan teknologi yang dapat membantu berjalannya pembelajaran. Salah satu perkembangan teknologi yang digunakan adalah sosial media. Pada dunia pendidikan sosial media banyak dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran seperti dimanfaatkan untuk mencari informasi lebih banyak mengenai suatu materi pembelajaran media untuk mengirim tugas dan media pembelajaran. Pemanfaatan sosial media tersebut dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan hasil yang memuaskan dimana tujuan penting dalam berpikir kritis adalah siswa mampu berpikir secara lebih mendalam dan logis mampu mengumpulkan dan mengevaluasi. Materi yang digunakan pada proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berupa sosial media yaitu materi Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Between Subject Design yang dalam proses implementasinya menggunakan 3 kelompok eksperimen dengan perlakuan yang berbeda. Kelompok eksperimen A yaitu kelompok yang diberi perlakuan dengan menggunakan sosial media dalam pembelajaran dengan tingkatan 25%. Kelompok eksperimen B yaitu kelompok yang diberi perlakuan dengan menggunakan sosial media dalam pembelajaran dengan tingkatan 50%. Kelompok eksperimen C yaitu kelompok yang diberi perlakuan dengan menggunakan sosial media dalam pembelajaran dengan tingkatan 75%. Perbedaan tingkatan penggunaan sosial media 25% 50% dan 75% ditandai dengan seberapa sering presentase penggunaan sosial media pada saat pemberian materi K3LH. Penelitian ini dianalisis dengan statistik One Way ANOVA. Pada penelitian ini populasinya merupakan siswa kelas X jurusan Teknik Pemesinan SMKN 1 Sidoarjo tahun 2022/2023 yang terdiri dari dua kelas yaitu X TPm 1 dan X TPm 2 yang memiliki jumlah total 71 siswa. Hasil uji One Way ANOVA memperoleh nilai signifikansi 0 000 lt 0 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari penggunaan sosial media dengan tingkatan 25% 50% dan 75% dalam pembelajaran terhadap peningkatan berpikir kritis. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor rata-rata pada kuesioner yang telah diisi. Pada kelompok belajar A yaitu dengan tingkatan 25% penggunaan sosial media dalam pembelajaran diperoleh rata-rata 45 17 dengan skor terendah 40 dan skor maksimum 51. Pada kelompok belajar B yaitu dengan tingkatan 50% penggunaan sosial media dalam diperoleh rata-rata 55 83 dengan skor terendah 53 dan skor maksimum 58. Berbeda pula dengan kelompok belajar C yaitu dengan tingkatan 75% penggunaan sosial media dalam pembelajaran diperoleh rata-rata 64 29 dengan skor terendah 62 dan skor maksimum 70.