Skripsi
Formulasi dan evaluasi hair tonic kombinasi minyak biji kelor (moringa oleifera) dan minyak kemiri (aleurites moluccana) sebagai inovasi produk sustainable beauty / Gherda Shintya Febrianti
Abstrak
Rambut rontok merupakan permasalahan alami yang terjadi pada semua orang. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan rambut rontok dengan menggunakan produk kosmetika berupa hair tonic. Penggunaan hair tonic di kalangan masyarakat telah dipercaya dapat merawat rambut dengan baik. Moringa oleifera seed oil (MOSEIL) memiliki potensi sebagai bahan aktif yang berperan sebagai pembawa minyak pada hair tonic. Selain itu minyak kemiri telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mencegah rambut rontok dan meningkatkan pertumbuhan rambut. Tujuan penelitian untuk memperoleh formula hair tonic kombinasi minyak kelor dan minyak kemiri serta mengevaluasi formula yang telah dibuat untuk menentukan sifat fisik yang paling baik. Peneliti melakukan formulasi sediaan hair tonic MOSEIL dikombinasikan dengan minyak kemiri. Terdapat 4 formula sediaan yang dibuat formula kombinasi kedua bahan dengan perbandingan 0 0 (kontrol) 1 2 (F1) 1 1 (F2) dan 2 1 (F3). Uji fisik meliputi uji organoleptik homogenitas pH daya sebar dan viskositas dilakukan untuk mengetahui formula sediaan dengan sifat fisik paling baik. Hasil formulasi menunjukkan bahwa MOSEIL dengan kombinasi minyak kemiri dapat diformulasikan dalam sediaan hair tonic. Hasil uji fisik sediaan F2 mempunyai sifat fisik yang paling baik dengan pH 5 daya sebar 9 12 ndash 47 33 serta viskositas sebesar 70 mPas. Perlu dilakukan uji aktivitas pertumbuhan uji iritasi uji antibakteri dan uji freeze thaw pada formula sediaan hair tonic dari penelitian ini.