Disertasi
Pengaruh manajemen pengetahuan, orientasi pembelajaran dan inovasi terhadap kinerja UMKM dimediasi keunggulan bersaing (studi pada UMKM batik Kabupaten Bangkalan) / Muchammad Firman Mauludin
Abstrak
Firman 2023. Pengaruh Manajemen Pengetahuan Orientasi Pembelajaran dan Inovasi terhadap Kinerja UMKM Dimediasi Keunggulan Bersaing (Studi Pada UMKM Batik Kabupaten Bangkalan). Disertasi Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sudarmiatin. M. Si. (II) Prof. Dr. Imam Mukhlis SE M.Si. M. Si. (III) Prof. Dr. Puji Handayati. S.E. Ak M.M. CA. CMA. Kata Kunci Manajemen pengetahuan Orientasi pembelajaran dan Inovasi Kinerja UMKM dan Keunggulan Bersaing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran bagi pembangunan ekonomi suatu negara dan dipercaya mampu memberikan kontribusi terhadap upaya pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja. Salah satu usaha yang memiliki peranan vital di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi adalah UMKM Batik. Berkembangnya UMKM Batik di Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur telah memberikan sumbangan besar bagi keberhasilan pembangunan ekonomi terutama dapat meningkatkan pendapatan asli daerah. Fenomena tentang peningkatan pelaku UMKM Batik tulis di Kabupaten Bangkalan mengindikasikan peningkatan kinerja UMKM Batik dan menarik untuk dilakukan kajian tentang peningkatan kinerja UMKM Batik di Kabuapaten Bangkalan. Melalui pendekatan Resource-Based View (RBV) dan Dynamic capability bagaimana UMKM Batik di Kabupaten Bangkalan dapat meningkatkan kinerja UMKM melalui Manjemen Pengetahuan Orientasi Pembelajaran dan Inovasi melalui Keunggulan Bersaing. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan explanatory research hal ini didasari penelitian untuk memperoleh bukti empiris pengaruh manajemen pengetahuan orientasi pembelajaran dan Inovasi terhadap kinerja UMKM melalui keunggulan bersaing. Unit analisis yang digunakan adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Batik di Kabupaten Bangkalan dengan jumlah populasi sebanyak 1709 UMKM. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan multistage random sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan pembagian suatu daerah secara bertingkat kemudian diambil secara acak untuk tiap daerah tersebut. Besarnya jumlah sampel dihitung menggunakan sample size calculator Raosoft dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel 5% diperoleh jumlah sampel sebanyak 272 UMKM Batik. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian membuktikan bahwa secara langsung manajemen pengetahuan orientasi pembelajaran dan Inovasi UMKM Batik di Kabupaten Bangkalan berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Keunggulan bersaing pelaku UMKM Batik mampu memediasi manajemen pengetahuan orientasi pembelajaran dan inovasi terhadap kinerja UMKM Batik Kabuapataen Bangkalan. Hasil penelitian ini dapat memperkaya referensi dan khasanah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan teori Resource Base View bahwa pelaku UMKM Batik di Kabupaten Bangkalan akan memiliki kinerja UMKM yang baik jika mampu mamanfaatkan secara maksimal sumber daya intangible melalui kemampuan pelaku UMKM dalam memahami manajemen pengetahuan orientasi pembelajaran dan inovasi. Berkaitan dengan Market-Based View bahwa pelaku UMKM Batik di Kabupaten Bangkalan akan memiliki kinerja UMKM Batik yang baik jika mampu memaksimalkan keunggulan bersaing dalam menguasai pasar dengan keunikan motif batik yang menjadi pembeda dipasaran luas bisa memanfaatkan pengetahuan Commitmen to learning dalam orientasi pembelajaran mampu berinovasi produk batik tercermin dalam inovasi dan kinerja UMKM bisa tercermin dalam marketing performance. Saran bagi pelaku UMKM Batik di Kabupaten Bangkalan perlu (1) meningkatkan pemahaman dan menerapkan tentang manajemen pengetahuan seperti membuat perencanaan pembelajaran membuat jaringan kolaboratif mendorong budaya berbagi pengetahuan menggunakan teknologi yang tepat dan bisa memfasilitasi keterlibatan karyawan. (2) meningkatkan pemahaman dan belajar tentang manfaat dan kegunaan orientasi pembelajaran seperti memahami konsumen dan pasar membuat perencanaan bisnis kemampuan untuk mengambil resiko menggunakan teknologi tepat guna dan bisa melakukan evaluasi dan refleksi. (3) untuk selalu menciptakan produk dengan motif baru seperti mempelajari tren dan gaya hidup menggunakan teknologi tepat guna menerapakan pendekatan kreatif berkolaborasi dan dan melakukan uji coba baru. (4) untuk selalu memiliki produk-produk baru seperti memiliki identitas dan keunikan produk memperhatikan kualitas produk memasarkan produk memiliki jaringan yang luas dan menerapakan inovasi teknologi. (5) meningkatkan kinerja UMKM Batik untuk selalu inovatif dalam menciptakan produk dan motif seperti melakukan riset dan pengembangan riset pelatihan memanfaatkan teknologi meningkatkan kualitas produk dan layanan membangun kemitraan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan penelitian selanjutnya serta juga menjadi bahan pertimbangan bagi Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kabupaten Bangkalan untuk memberikan berbagai fasilitas lebih baik kepada pelaku UMKM Batik memfasilitasi pelatihan pengetahuan orientasi pemebelajaran inovasi supaya para pelaku UMKM Batik bisa meraih keunggulan dan kinerja UMKM yang maksimal.