Skripsi
Sejarah mitigasi bencana erupsi di lereng timur Gunung Kelud, 2008-2015 / Utia Binti Yuhanni\'ur Rohmah
Abstrak
Gunung Kelud mempunyai pengalaman sejarah panjang dalam hal erupsi sejak periode kerajaan 1000 tahun lalu. Gunung ini mengalami erupsi secara berulang dalam rata-rata periode letusan 15-20 tahun sekali. Hal ini tidak dapat diprediksi secara pasti khususnya bagi masyarakat yang bertempat tinggal di lereng sebelah timurnya yaitu Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Kajian ini memfokuskan peristiwa erupsi pada 13 Februari 2014 di wilayah tersebut serta berbagai bentuk mitigasi struktural dan non-struktural yang dipersiapkan oleh pemerintah serta masyarakat lokal. Tulisan ini menerapkan metode sejarah dengan melakukan penelusuran sumber arsip berupa laporan kegiatan fasilitasi pengurangan risiko bencana peta jurnal buku surat kabar foto dan wawancara. Penulis menggunakan pendekatan sejarah lingkungan material dan menerapkan konsep co-volcanic societies dalam menganalisis keterkaitan erupsi Gunung Kelud dengan mitigasi bencana di Desa Pandansari. Tulisan ini menunjukan bahwa erupsi Gunung Kelud tahun 2014 berdampak pada kerusakan cukup parah di Desa Pandansari karena tebalnya abu vulkanik disertai dengan material vulkanik lainnya dan banjir lahar yang juga merusak berbagai infrastruktur dan lahan pertanian. Selain itu tulisan ini menunjukkan bahwa telah terbentuk perkembangan mitigasi bencana yang lebih sistematis dan resmi pasca erupsi tahun 2014 oleh masyarakat lokal dan pemerintah daerah.