Skripsi
Kearifan lokal pasar terapung sebagai ide penciptaan karya seni lukis / Nazula Wahyu Tri Anisa
Abstrak
Kearifan lokal di Pasar Terapung Muara Kuin dan Lok Baintan berkembang sejak zaman dahulu melalui pengaruh budaya sungai masyarakat setempat. Kearifan lokal ini mencerminkan cara hidup masyarakat di wilayah geografis yang memiliki banyak aliran sungai. Melalui pengalaman berkunjung ke pasar terapung ditemukan keindahan dan keunikan kearifan lokal yang menarik untuk dijadikan ide penciptaan karya seni lukis seperti alat transportasi kegiatan jual beli penutup kepala tradisional barang dagangan dan kebiasaan masyarakat yang lainnya. Penelitian penciptaan ini memiliki dua tujuan yaitu 1) memvisualisasikan kearifan lokal pasar terapung dalam karya seni lukis 2) mendeskripsikan proses penciptaan karya seni lukis dengan ide gagasan kearifan lokal pasar terapung. Metode yang digunakan untuk mewujudkan karya seni lukis adalah metode penciptaan oleh L. H. Chapman yang terdiri dari tiga tahapan yaitu penemuan ide penyempurnaan dan visualisasi. Penelitian penciptaan ini menghasilkan enam karya seni lukis yang menampilkan wujud kearifan lokal yang ditemukan di pasar terapung. Proses penciptaan dilakukan dengan teknik goresan halus dan goresan kasar yang menghasilkan enam buah karya seni lukis gaya dekoratif berjudul Jukung Acil-Acil Tanggui Jajaan Betetawar dan Higa Banyu.