Skripsi
Instrumen asesmen higher order thinking skills berbasis kearifan lokal Jawa Timur untuk siswa kelas xi / Eka Uswatun Hasanah
Abstrak
Asesmen memegang peranan penting dalam keberhasilan pendidikan. Hasil asesmen menjadi pedoman dalam menentukan keputusan yang diperlukan agar tujuan pendidikan tercapai. Standar penilaian kurikulum 2013 menitikberatkan pada higher order thinking skills yaitu menganalisis mengevaluasi dan mencipta. Sehingga dalam menyusun instrumen asesmen harus didasarkan pada level kognitif higher order thinking skills dengan tetap memperhatikan kualitas instrumen asesmen. Semakin baik kualitas instrumen asesmen maka semakin akurat hasil asesmen. Syarat instrumen baik diantaranya valid dan praktis. Instrumen asesmen yang baik juga bersifat kontekstual yang dapat diambil dari permasalahan sekitar sekolah seperti kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen higher order thinking skills berbasis kearifan lokal Jawa Timur yang valid dan praktis. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahap yaitu investigasi awal fase pengembangan dan fase penilaian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 sebanyak 23 siswa. Hasil penelitian menyatakan setiap butir instrumen asesmen valid tanpa revisi. Perolehan skor rata-rata validitas butir soal nomor 1 dan 3 sebesar 3.53. Sedangkan butir soal nomor 2 4 dan 5 memperoleh skor validitas sebesar 3.67. Kemudian semua butir instrumen asesmen dinyatakan praktis tanpa revisi. Dengan peroleh skor uji kepraktisan sebagai berikut rata-rata kepraktisan butir soal 1 sebesar 3.13 rata-rata kepraktisan butir soal 2 sebesar 3.10 rata-rata kepraktisan butir soal 3 sebesar 3.12 rata-rata kepraktisan butir soal 4 sebesar 3.08 dan rata-rata kepraktisan butir soal 5 sebesar 3.11. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa instrument asesmen yang dikembangan telah memenuhi syarat instrumen yang baik yaitu valid dan praktis.