Skripsi
Analisis komparasi hasil perhitungan pertumbuhan inklusif di Indonesia tahun 2018-2022 pendekatan undp dan wef / Eka Ramadanti
Abstrak
Pertumbuhan ekonomi sering digunakan sebagai tolak ukur aktivitas ekonomi. Produk Domestik Bruto (PDB) yang tinggi belum mencerminkan kesejahteraan rakyat sehingga terjadi ketimpangan ketimpangan Indonesia pada tahun 2018 sebesar 0.389 dan turun pada tahun 2022 menjadi 0.384. PDB memiliki keterbatasan dalam mencerminkan distribusi pendapatan ekonomi dan sosial maka dari itu diperlukan lebih dari sekedar pertumbuhan ekonomi untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat hal ini disebut dengan ekonomi inklusif. Indonesia memiliki visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya sehingga tertuang dalam tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif Dalam penelitian ini untuk mengetahui keadaan pertumbuhan ekonomi yang inlklusif terdapat dua pedekatan yang dibuat oleh lembaga dunia yaitu pedekatan United Nation Development Programmer (UNDP) dan pedekatan World Economic Forum (WEF). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran ekonomi inklusif seluruh provinsi di Indonesia secara umum berada pada level menengah dan tiap tahunnya provinsi-provinsi ini mengalami kenaikan inklusivitas. Jika ditelaah lebih jauh terdapat perbedaan status inklusivitas di 34 provinsi dan terdapat ketimpangan pada pendidikan ketenagakerjaan dan akses kebutuhan dasar hidup seperti air bersih dan listrik.