Skripsi
Analisis kesulitan belajar siswa tunarungu dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SLB BC Kepanjen / Winda Yustika
Abstrak
Anak yang terlahir tunarungu menghadapi kendala dalam proses perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa. Pada siswa tunarungu dihadapkan dengan kesulitan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia seperti membaca menulis menyimak dan berbicara. SLB BC Kepanjen adalah sebuah sekolah yang mengkhususkan diri untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk proses belajar-mengajar. Meskipun demikian siswa tunarungu di sekolah ini mengalami berbagai kendala dalam belajar terutama dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Fokus penelitian ini antara lain (1) untuk mendeskripsikan karakteristik siswa tunarungu di SLB BC Kepanjen (2) untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan siswa tunarungu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SLB BC Kepanjen (3) untuk mendeskripsikan faktor penyebab ketunarunguan siswa di SLB BC Kepanjen dan (4) untuk mendeskripsikan langkah penanganan siswa tunarungu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SLB BC Kepanjen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi serta penelitia sebagai intrumen kunci. Analisis data yang dilakukan dengan mereduksi data penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi teknik dan waktu. Temuan penelitian menunjukkan terdapat 4 siswa tunarungu dari kelas 1 2 dan 3 SD yang belajar di SLB BC Kepanjen di mana 3 siswa adalah tunarungu total dan 1 siswa adalah tunarungu sebagian. Siswa tunarungu kelas 1-3 SD di SLB BC Kepanjen mengalami kesulitan dalam aspek membaca menulis menyimak dan berbicara. Faktor penyebab kesulitan siswa termasuk kurangnya latihan membaca tingkat kesulitan dan kemudahan informasi yang disampaikan oleh guru kesulitan dalam melafalkan konsonan sehingga artikulasi tidak jelas kurangnya pembiasaan berbicara perbedaan bentuk dalam isyarat SIBI dengan huruf aslinya serta gangguan pendengaran. Langkah penanganan yang tepat untuk membantu siswa tunarungu mencakup identifikasi kesulitan penerapan teknik pembelajaran yang sesuai kolaborasi dengan orang tua memberikan bimbingan dan menggunakan media pembelajaran yang efektif.