Skripsi
Optimasi pola tanam petak sekunder palaan daerah irigasi Ngajum Kabupaten Malang / Firmansyah Aldi Pratama
Abstrak
Petak sekunder Palaan Daerah Irigasi (DI) Ngajum terletak di Kabupaten Malang. Masalah efisiensi saluran irigasi di lahan sawah menyebabkan ketersediaan air berkurang. Pengamatan lapangan menunjukkan total efisiensi saluran irigasi sebesar 61.48% (64% pada petak 1 dan 92.17% pada petak 2). Selain itu Kondisi cuaca sulit diprediksi oleh petani akibat kejadian perubahan iklim yang menimbulkan kesulitan dalam menentukan pola tanam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui neraca air petak sekunder Palaan dan mengidentifikasi optimasi pola tanam. Metode yang digunakan untuk mengetahui neraca air adalah perbandingan antara ketersediaan air irigasi dengan kebutuhan air irigasi. Program linier SOLVER pada Microsoft excel digunakan untuk proses identifikasi optimasi pola tanam. Hasil perhitungan neraca air irigasi menunjukkan kelebihan air (surplus) pada petak 1 sedangkan pada petak 2 kekurangan air (defisit). Kondisi tersebut terjadi karena pola tanam yang kurang optimal. Optimasi pola tanam sangat penting dilakukan untuk mendapatkan pola tanam yang sesuai dengan pemanfaatan ketersediaan air secara maksimal atau cukup (tidak kelebihan maupun kekurangan air). Fungsi tujuan optimasi adalah meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Fungsi kendala optimasi yaitu ketersediaan luas lahan dan ketersediaan debit saluran irigasi. Batasan penelitian ini yaitu tidak membahas hasil pendapatan atau ekonomi. Pola tanam hasil optimasi petak 1 dan 2 yaitu masing-masing Padi-Padi-Padi Palawija dan Padi Palawija-Palawija-Palawija. Luas lahan optimasi petak 1 yaitu masa tanam (MT) I dan II Padi seluas 11.42 ha. MT III Padi Palawija masing-masing seluas 6.28 ha dan 5.14 ha. Luas lahan optimasi petak 2 yaitu MT I Padi Palawija masing-masing seluas 3.69 ha dan 29.76 ha. MT II dan III Palawija masing-masing seluas 19.68 ha dan 7.11 ha.