Skripsi
Lembar kerja peserta didik elektronik (E-LKPD) untuk meningkatkan kemampuan numerasi pada materi perbandingan trigonometri / Dimas Aktoillah Putra Hernawilis
Abstrak
Pada tahun 2021 Kemendikbudristek RI membuat beberapa terobosan dalam dunia pendidikan Indonesia. Salah satu terobosan tersebut adalah penghapusan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan dilaksanakannya Asesmen Nasional (AN). Hal ini dikarenakan hasil UN dinilai kurang sesuai untuk digunakan sebagai indikator keberhasilan siswa dan hasil AN akan dimanfaatkan untuk menggantikan fungsi UN tersebut. AKM merupakan salah satu dari tiga instrumen dalam AN yang akan digunakan untuk mengukur dua kemampuan yaitu kemampuan literasi membaca dan kemampuan literasi numerasi. Kemampuan numerasi adalah salah satu kemampuan untuk merumuskan menafsirkan menalar dan menjelaskan penggunaan konsep dan pengetahuan matematika serta kemampuan untuk mengambil keputusan yang dapat menyelesaikan masalah yang bersifat kontekstual. Kemampuan numerasi dinilai sangat penting karena berkaitan dengan kemampuan untuk memanfaatkan segala bentuk pengetahuan matematika yang dimiliki seseorang untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Akan tetapi beberapa penelitian menyatakan bahwa kemampuan numerasi siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan uraian tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan E-LKPD yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa pada salah satu materi yang diujikan di AKM tingkat SMA yaitu materi perbandingan trigonometri. Penelitian ini berjenis penelitian dan pengembangan dengan menggunakan metode pengembangan yaitu metode Plomp. E-LKPD yang dikembangkan dalam penelitian ini dinilai valid dengan rata-rata skor validitas adalah 4. E-LKPD yang telah dikembangkan juga dinilai praktis dengan persentase kepraktisan adalah 85 75% oleh siswa dan 86 75% oleh guru. Selain itu E-LKPD ini dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Hal ini terlihat dari nilai indeks kemampuan numerasi siswa yang mencapai 2 415 yang artinya kemampuan numerasi siswa sudah berada di atas kompetensi minimum.