Skripsi
Identifikasi keberadaan shale gas berdasarkan data magnetotellurik 2-dimensi di cekungan Kutai, Kalimantan Timur / Santi Nanda Putri
Abstrak
Penelitian tentang metode nonkonvensional dalam proses eksplorasi berupa shale gas mulai dikembangkan guna mencukupi kebutuhan akan minyak dan gas bumi di masa depan. Daerah penelitian terletak di Cekungan Kutai Kalimantan Timur Indonesia. Hasil riset Badan Pusat Geologi menunjukan bahwa Cekungan Kutai memiliki 46.79 TCF potensi shale gas. Metode Magnetotellurik (MT) digunakan dalam penelitian ini untuk menggambarkan sebaran nilai resistivitas bawah permukaan. Inversi yang dilakukan dalam metode MT yakni inversi 1-dimensi dan 2-dimensi. Dalam penelitian ini terdapat 8 stasiun pengukuran dalam 1 lintasan. Adanya nilai resistivitas rendah atau zona konduktif mengidentifikasi adanya potensi lapisan serpih hitam. Potensi shale gas diduga terdeteksi pada stasiun KT29 yang termasuk dalam Formasi Pamaluan dan pada stasiun KT12 KT31 KT13 dan KT15 yang termasuk dalam Formasi Pulaubalang karena berasosiasi dengan batuan induk dari petrolium sistem Cekungan Kutai dengan didukung data penelitian sebelumnya.