Tesis
Pengaruh blended learning dlpca models terhadap kemampuan numerasi siswa / Sila Nur Ma\'rifah
Abstrak
Di dalam mata pelajaran Pemrograman Dasar memuat kemampuan numerasi. Sementara itu hasil PISA 2018 yang menyatakan bahwa lemahnya kemampuan numerasi siswa. Pemrograman Dasar sendiri merupakan materi wajib prasyarat siswa sekolah menengah kejuruan yang cukup sulit tetapi sangat penting untuk dapat dikuasai. Penerapan strategi pembelajaran Blended Learning DLPCA models dilakukan untuk mendapatkan gabungan keuntungan dari pembelajaran online dan pembelajaran tatap muka. Blended Learning DLPCA models memiliki syntax yaitu Menemukan (Discover) Mempelajari (Learn) Berlatih (Practice) Berkolaborasi (Collaborate) dan Dinilai (Asses) bertujuan mengintergasikan instruktur siswa dan siap menggunakan teknologi untuk memenuhi tantangan dalam pembelajaran. Penggunaan strategi pembelajaran Blended Learning DLPCA models bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa pada mata pelajaran Pemrograman Dasar. Penelitian kuantitatif quasi-eksperiment design tipe pottest only control group design dengan membandingkan satu kelompok eksperimen dengan dua kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen menerapkan strategi pembelajaran Blended Learning DLPCA models dan pada kelompok kontrol masing-masing menerapkan strategi pembelajaran online dan strategi pembelajaran tatap muka. Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan strategi pembelajaran Blended Learning DLPCA Models memberikan pengaruh terhadap kemampuan numerasi siswa pada mata pelajaran Pemrograman Dasar lebih baik dibanding dengan strategi pembelajaran online maupun tatap muka.