Disertasi
Isolasi bakteri tanah pendegradasi styrofoam untuk pengembangan e-handout dalam upaya meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep mahasiswa / Bagas Rasid Sidik
Abstrak
Perguruan tinggi di Indonesia mengharapkan mahasiswa lulusan mampu menguasai ilmu pengetahuan serta memanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan. Kemampuan yang perlu di miliki para mahasiswa lulusan seperti keterampilan proses sains dan penguasaan konsep. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Universitas Tribhuwana Tunggadewi pada jurusan Teknologi Industri Pertanian terungkap bahwa keterampilan proses sains dan penguasaan konsep mahasiswa tergolong rendah. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya keterampilan proses sains dan penguasaan konsep yang dimiliki oleh para mahasiswa yaitu (1) Belum adanya bahan ajar yang menunjang pembelajaran (2) Kebanyakan mahasiswa berasal dari daerah yang tertinggal (3) Prose pembelajaran yang kurang efektif menyebabkan kurangnya minat bertanya mahasiswa (4) Prasarana di laboratorium kurang memadai. Berdasarkan beberapa hasil temuan tersebut maka peneliti mengembangkan bahan ajar berupa e-handout yang memiliki keunggulan yaitu (1) Praktis dan dapat diakses disemua perangkat elektronik (2) E-handout berupa file sehingga mudah untuk dibagikan (3) Isi e-handout memuat konten bersifat faktual yang diperoleh dari hasil penelitian eksperimen di laboratorium (4) E-handout dilengkapi dengan tujuan dan capaian pembelajaran petunjuk penggunaan gambar-gambar hasil penelitian eksperimen di laboratorium petunjuk kegiatan praktikum dilengkapi dengan video tugas terstruktur evaluasi dan glosarium. Harapan peneliti e-handout yang dikembangkan dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu penelitian eksperimen laboratorium dan penelitian pengembangan. Penelitian eksperimen dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Hasil dari penelitian eksperimen tersebut dikemas dalam bentuk bahan ajar berupa e-handout kemudian diterapkan dalam proses pembelajaran di Universitas Tribhuwana Tunggadewi pada program studi Teknologi Industri Pertanian. Pengembangan model pembelajaran yang diterapkan mengadopsi dari Lee dan Owens (2004) yang terdiri dari 5 tahap yaitu 1) Assessment/analysiss meliputi Need assessment dan Front-end analysis 2) Design 3) Development 4) Implementation dan 5) Evaluation. Selanjutnya pada tahap implementasi subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol adalah kelompok mahasiswa yang tidak menggunakan e-handout namun hanya menggunakan model pembelajaran PBL dalam proses pembelajaran sedangkan kelas eksperimen adalah kelompok mahasiswa yang menggunakan e-handout berbasis hasil penelitian eksperimen dan menggunakan model pembelajaran PBL dalam proses pembelajaran. Kedua kelas tersebut diberikan perlakuan dengan memberikan soal pretest sebelum proses pembelajaran dan soal posttest setelah proses pembelajaran berakhir. Instrumen yang digunakan untuk keterampilan proses sains menggunakan soal pilihan ganda sedangkan penguasaan konsep menggunakan soal essay. Hasil belajar kedua kelas dibandingkan berdasarkan peningkatan nilai posttest terhadap nilai pretest dengan menggunakan perhitungan N-gain score. Kemudian dilanjutkan uji analisis statistik independent sample T-test untuk mengetahui efektivitas e-handout terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas yang diberi perlakuan menggunakan e-handout berbasis hasil penelitian eksperimen di laboratorium dengan menggunakan model pembelajaran PBL memiliki nilai rerata N-gain score yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang diberi perlakuan dan menggunakan model pembelajaran PBL namun tanpa menggunakan e-handout berbasis hasil penelitian eksperimen. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa e-handout berbasis hasil penelitian eksperimen di laboratorium merupakan bahan ajar yang valid ditinjau dari keseluruhan isi dalam bahan ajar praktis ditinjau dari keterlaksanaan selama pembelajaran dan efektif dilihat berdasarkan nilai hasil uji N-Gain keterampilan proses sains dan penguasaan konsep yang menyatakan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.