Disertasi
Pengaruh problem-based learning berbantuan digital mind map terhadap berpikir kreatif dan pemecahan masalah pada pembelajaran biologi siswa Sekolah Menengah Atas / Zia Aulia Zaidin Putra
Abstrak
RINGKASAN Putra Zia Aulia Zaidin. 2023. Pengaruh Problem-based Learning berbantuan Digital Mind Map terhadap Berpikir Kreatif dan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran Biologi Siswa Sekolah menengah atas. Pembimbing (I) Prof. Dra. Herawati Susilo M.Sc. Ph.D. (II) Prof. Dr. Hadi Suwono M.Si. (III) Prof. Dr. Ibrohim M.Si Kata Kunci Problem-based learning digital mind map pemecahan masalah berpikir kreatif. Berpikir kreatif siswa sekolah menengah di Indonesia umumnya masih tergolong rendah dan belum berkembang dengan baik oleh karena itu berpikir kreatif penting untuk diberdayakan dalam pembelajaran agar siswa dapat menumbuhkan beraneka ide dan argumen mengemukakan pertanyaan menyetujui kebenaran argumen mampu berpandangan terbuka dan tanggap pada sudut pandang yang berbeda. Berpikir kreatif dapat diartikan sebagai kemampuan untuk melihat masalah dari berbagai perspektif dan menemukan solusi yang berbeda. Siswa dengan kemampuan berpikir kreatif yang baik akan menemukan berbagai cara untuk menghasilkan solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam kehidupannya Pendidikan di sekolah belum berorientasi ke arah pembiasaan dan peningkatan kecakapan berpikir tingkat tinggi tetapi masih menitik beratkan pada hasil belajar kognitif tingkat rendah. Pembelajaran seperti ini mengakibatkan siswa tidak memperoleh pengalaman untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah selama proses pembelajaran. Pemecahan masalah dibutuhkan oleh siswa agar menjadi masyarakat global yang bermanfaat dan kompetitif di era saat ini. Pemecahan masalah sangat penting dimiliki siswa karena dapat melatih mereka secara mandiri dalam mencari pemecahan masalah menghasilkan pengetahuan yang sungguh bermakna dan memberikan pengalaman yang konkret sehingga mereka mampu menangani berbagai masalah serupa ataupun masalah yang berbeda dengan memuaskan dengan demikian Pemecahan masalah ini perlu dilatihkan melalui pembelajaran. Cara yang dapat digunakan dalam melatihkah dan mengembangkan berpikir kreatif dan pemecahan masalah siswa adalah dengan menggunakan model Problem-based Learning (PBL). Ketika siswa dihadapkan pada suatu masalah maka dituntut untuk menemukan solusi PBL dapat melatih siswa untuk mengembangkan dan mengeksplorasi masalah dengan meningkatkan kesadaran akan cara berpikir yang berbeda dalam menyelesaikan masalah. Model PBL memiliki kekurangan yaitu tidak semua materi pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini. PBL membutuhkan waktu yang tidak sedikit memerlukan biaya mahal dan waktu yang panjang untuk pelaksanaan masing-masing tahapannya. Kekurangan model PBL akan diatasi dengan menggunakan bantuan peta pikiran. Peta pikiran berguna dalam pemecahan masalah berpikir kritis mengingat informasi dan mengetahui seluruh konsep yang dipelajari dan digunakan sebagai penilaian. Kekurangan dari model PBL diatasi dengan menggunakan bantuan peta pikiran secara digital atau yang dikenal dengan digital mind map. Digital mind map dapat meningkatkan struktur diskusi dan merangsang pemrosesan yang mendalam dan penjelasan informasi yang mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain the pretest-posttest non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dalam pembelajaran biologi SMA Negeri 1 Solok. Subyek penelitian diambil secara random terdiri 4 kelas (2 kelas PBL-DMM dan 2 kelas PBL). Variabel bebas yaitu model PBL dilengkapi digital mind map. Variabel terikat terdiri atas pemecahan masalah dan berpikir kreatif instrumen Pemecahan masalah dan berpikir kreatif menggunakan tes esai pemecahan masalah dan berpikir kreatif. Uji hipotesis diawali dengan uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas). Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov rsquo s test sedangkan uji homogenitas menggunakan Levene rsquo s test. Analisis pengaruh penerapan model terhadap variabel terikat menggunakan uji anakova satu jalur pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran PBL berbantuan digital mind map. Pembelajaran model PBL berbantuan digital mind map memberi kontribusi yang lebih baik dibanding model Problem-based learning dalam melatihkan berpikir kreatif dan pemecahan masalah siswa. Simpulan penelitian ini bahwa model Problem-based Learning (PBL) dilengkapi mind mapping (PBL-DMM) mampu melatihkan pemecahan masalah dan berpikir kreatif siswa. Rekomendasi penelitian ini bahwa model PBL-DMM dapat digunakan sebagai alternatif model yang inovatif untuk melatihkan berpikir kreatif dan pemecahan masalah siswa. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan rujukan terkait berpikir kreatif dan pemecahan masalah. Penerapan penelitian ini terbatas untuk siswa sekolah menengah atas kelas X pada mata pembelajaran biologi. Penelitian dapat dilanjutkan pada pembelajaran lain yang berbeda pada siswa kelas lain. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang difokuskan pada variabel terikat yang sama atau variabel terikat yang berbeda