Skripsi
Optimasi ketebalan oksida tembaga dalam sistem lapisan FTO /zno:mg/cu2o sebagai fotodetektor / Integralita Cahyanti
Abstrak
Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan energi surya di Indonesia yang saat ini hanya mencapai 0.08% dari potensi 400.000 MW penelitian ini menghasilkan lapisan tipis sambungan hetero Fluorine-doped Tin Oxide (FTO)/ZnO Mg/Cu2O dengan efisiensi sel surya tertinggi 0 038% dan respon waktu naik dan pemulihan fotodetektor yakni 0.28 detik dan 1.08 detik terhadap kerapatan arus. Saat ini sangat menarik untuk memanfaat sinar matahari dalam perangkat optoelektronik berkinerja tinggi dengan mekanisme fotovoltaik dan disiapkan dengan bahan yang tidak beracun murah dan melimpah di bumi untuk aplikasi elektronik berdaya mandiri. Penelitian ini mengusulkan alternatif material berbasis semikonduktor seng oksida dan oksida tembaga yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Menggunakan metode sederhana pirolisis semprot (spray pyrolysis) satu langkah digunakan untuk mendeposisi lapisan tipis FTO dan ZnO Mg sementara lapisan Cu2O dideposisikan melalui elektrodeposisi dengan variasi durasi. Diketahui ketebalan lapisan Cu2O dipengaruhi oleh durasi elektrodeposisi juga berpengaruh pada hasil pengukuran efisiensi dan fotorespon. Durasi elektrodeposisi optimal tercapai pada 30 menit dengan ketebalan sebesar 0.48 micro m. Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin tebal lapisan Cu2O semakin besar hambatan cahaya untuk mencapai lapisan sambungan hetero p-n yang dapat menghambat transfer energi cahaya menjadi energi listrik dan berdampak buruk pada efisiensi dan fotorespons. Selain itu hasil efisiensi sel surya sambungan hetero ZnO Mg/Cu2O ini lt 1%. Waktu respon pada uji fotodetektor gt 2 detik. Dengan demikian perangkat FTO/ZnO Mg/Cu2O cocok digunakan sebagai kandidat aplikasi fotodetektor daripada sel surya.