Skripsi
Karakterisasi biochar hasil produk pirolisis mikroalga spirulina platensis menggunakan reaktor gelombang mikro. / Bayu Setiawan
Abstrak
Sumber energi seperti batu bara memiliki ketersediaan yang terbatas dan juga karbon dioksida yang dihasilkan selama proses pembakaran memiliki konsekuensi yang mengkhawatirkan terhadap lingkungan. Pembangkit energi dari pembakaran bahan bakar konvensional telah menciptakan emisi gas rumah kaca khususnya emisi CO2 sekitar 18 6% (2 milyar ton CO2) yang dihasilkan dari sektor pembangkit listrik memberikan dampak yang sangat besar terhadap isu pemanasan global. Biomassa dapat diolah untuk menghasilkan biofuel dimana salah satunya mikroalga. Efisiensi fotosintesis mikroalga yang tinggi (6-8%) dibandingkan dengan biomassa terestrial (1 8-2 2%) serta fiksasi CO2 yang tinggi oleh mikroalga. Biomassa mikroalga dapat diubah menjadi biochar sebagian besar melalui metode konversi termokimia standar seperti pirolisis. Biochar merupakan bahan kaya akan karbon yang diperoleh melalui pirolisis biomassa. Penelitian pada pirolisis mikroalga Spirulina platensis dengan parameter temperatur 450 500 550 dan 600 oC menghasilkan biochar dikarakterisasi dengan menggunakan pengujian Scanning Electron Microscope (SEM) Energy Dispersive X-Ray (EDX) Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) bomb calorimeter X-Ray Diffraction (XRD) X-Ray Fluorescence (XRF) dan Surface Area and Pore Analyzer. Temperatur pada saat proses pirolisis sangat mempengaruhi hasil biochar dengan meningkatnya temperatur pirolisis yang menyebabkan hasil dari biochar SP menurun. Analisis ukuran partikel dari mikroalga SP mayoritas memiliki bentuk yang bervariasi namun didominasi oleh bentuk granular. Pada permukaan biochar SP terlihat tidak beraturan dan menjadi lebih berpori seiring dengan meningkatnya temperatur pirolisis. Nilai kalor pada biochar SP mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya temperatur. Luas Permukaan biochar SP mengalami penurunan dari temperatur 450 500 dan 550 oC lalu mengalami peningkatan pada temperatur 600 oC. Pada biochar SP nilai dari rata-rata diamter pori dan volume pori total mengalami peningkatan. Gugus fungsi dari biochar SP mengalami penurunan intensitas seiring dengan peningkatan temperatur yang didominasi oleh ikatan C-O dan C-C dikarenakan banyaknya kandungan penyusun mikroalga SP yang terdekomposisi. Hasil pengujian EDX pada mikroalga SP dan biochar SP menunjukan kandungan unsur terdiri dari 10 unsur yang didominasi oleh unsur karbon dan oksigen. Pengujian XRF pada mikroalga SP dan biochar SP menunjukan kandungan unsur terdiri dari 11 unsur yang didominasi oleh unsur fosfor potasium sulfur dan besi. Identifikasi senyawa yang dilakukan dengan instrumen XRD mendeteksi adanya tiga senyawa yang terkandung pada biochar SP yaitu Na2SO4 CS2 dan MgCO3.