Skripsi
Pengaruh variasi kecepatan pemotongan plat baja st 37 menggunakan tekanan udara terhadap kerf dan kekasaran pada cnc plasma cutting / Andika Prastyo
Abstrak
Abstrak Saat dunia industri berkembang dan persaingan semakin ketat para pelaku industri buat menaikkan alat yang lebih efektif dan efisien. Berdasarkan kebutuhan konsumen objek material logam salah satunya adalah logam baja St 37. dunia industri kini mulai memperbaharui mutu atau kualitas teknis dalam pengerjaannya. Dalam penggunaan media yang dikerjakan juga berdasarkan kebutuhan kegunaan serta fungsi. Pada plat baja St 37 dengan tebal 3mm sering digunakan dalam kebutuhan cover body mesin CNC Plasma Cutting kemudian ornamen pagar rumah dan sparepart pada bidang otomotif dan lain sebagainya. Dikarenakan plat tersebut terkenal keuletanya dengan baja karbon rendah yaitu kurang dari 0 3 %. Penggunaan mesin CNC Plasma Cutting memberikan hasil pemotongan yang lebih presisi dengan celah yang relatif kecil dan kekasaran permukaan lebih halus. Hal tersebut disebabkan karena mesin CNC Plasma Cutting pengoperasiannya menggunakan System Numeric Control yaitu sistem yang dijalankan dengan menggunakan perintah G-code melalui komputer atau screen sett. Hal tersebut yang dapat mempengaruhi hasil kekasaran permukaan dan lebar kerf ialah tinggi torch kecepatan potong serta besar ampere yang digunakan maka hal tersebut yang memberikan hasil yang lebih presisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengaruh variasi kecepatan pemotongan 3000 2000 dan 1000 mm/min menggunakan tekanan udara terhadap kerf dan kekasaran permukaan plat baja st 37 pada mesin CNC Plasma Cutting. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil yang diperoleh dari kecepatan pemotongan 3000 mm/min dengan nilai kekasaran 9 22 micro m lebar kerf 1 3436 mm. kemudian variasi 1000 mm/min menghasilkan nilai kekasaran 7 23 micro m lebar kerf 1 4084 mm. Pada kesimpilannya semakin tinggi kecepatan pemotongan maka hasil kekasaran semakin besar dan kerf yang dihasilkan relatif kecil dan sebaliknya jika kecepatan pemotongan lebih rendah maka nilai kekasaran semakin rendah pula dan lebar kerf semakin tinggi