Disertasi
Pengaruh pengasuhan, pendidikan karakter, dan life skill melalui interaksi sosial teman sebaya terhadap kemandirian santri modern / Wahono
Abstrak
Pentingnya penelitian ini dilakukan karena beberapa hal yaitu (1) aktivitas pondok modern gontor menggunakan self berdruifing sistem yakni dengan pendekatan filosofi pondok pesantren dimiliki bersama Setiap ada santri baru berarti bertambah satu anggota yang turut bertanggung jawab atas keberlangsungan pondok pesantren (2) santri secara individu menanamkan nilai pengetahuan kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat (3) sistem pendidikan kecakapan hidup (life skill) di pondok pesantren dilaksanakan secara terpadu dengan sistem yang sudah terencana (4) interaksi teman sebaya yang ada didalam pondok telah memberikan pengaruh dalam memilih cara berpakaian hobi perkumpulan dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya (5) santri memiliki jiwa kemandirian untuk dapat bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh pengasuhan terhadap kemandirian (2) pengaruh pendidikan karakter terhadap kemandirian (3) pengaruh lifeskill terhadap kemandirian (4) pengaruh pengasuhan melalui interaksi sosial teman sebaya terhadap kemandirian (5) pengaruh pendidikan karakter melalui interaksi sosial teman sebaya terhadap kemandirian (6) pengaruh lifeskill melalui interaksi sosial teman sebaya terhadap kemandirian (7) pengaruh pengasuhan pendidikan karakter dan lifeskill terhadap kemandirian dan (8) pengaruh pengasuhan pendidikan karakter dan lifeskill melalui interaksi sosial teman sebaya terhadap kemandirian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo kampus pusat kelas VI untuk tahun pelajaran 2021-2022 sebanyak 700 siswa. Pengambilan sampel menggunakan formula Krejcie dan Morgan yang didapat sebanyak 212 responden Teknik sampling menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan catatan lembaga. Uji validitas instrumen menggunakan rumus korelasi product moment sedangkan uji reliabilitas menggunakan alfa cronbach. Alat ukur terbukti valid dan reliabel untuk instrumen penelitian. Metode penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis) merupakan sebuah metode analisis statistik yang memungkinkan dalam memberi suatu tafsiran atau interpretasi kuantitatif bagi hubungan dari sejumlah variabel menentukan pengaruh langsung dan tidak langsung di antara sejumlah variabel. Hasil penelitian bahwa (1) terdapat pengaruh positif pola pengasuhan orang tua terhadap kemandirian santri pondok modern (2) terdapat pengaruh positif pendidikan karakter terhadap kemandirian santri pondok modern (3) terdapat pengaruh positif life skill terhadap kemandirian santri pondok modern (4) terdapat pengaruh positif pengasuhan orang tua melalui interaksi sosial teman sebaya terhadap kemandirian santri pondok pesantren modern (5)terdapat pengaruh positif pendidikan karakter melalui interaksi sosial teman sebaya terhadap kemandirian santi pondok modern (6) terdapat pengaruh positif life skill melalui interaksi sosial teman sebaya terhadap kemandirian santri pondok modern (7) terdapat pengaruh positif pengasuhan pendidikan karakter life skill terhadap kemandirian santri pondok modern (8) terdapat pengaruh positif pengasuhan pendidikan karakter dan lifeskill melalui interaksi sosial teman sebaya terhadap kemandirian santri pondok modern semua hipotesis ini dibuktikan dengan hasil perhitungan Fhitung gt Ftabel pada taraf nyata 5% dengan derajat bebas 4 dan 207 sebesar 2 361. Nilai R Square sebesar 0 430 atau 43%. Artinya besarnya pengaruh variabel pengasuhan (X1) pendidikan karakter (X2) life skill (X3) dan interaksi sosial (Z) terhadap kemandirian (Y) adalah sebesar 43%. Sedangkan pengaruh sisanya yang sebesar 57% dijelaskan oleh variabel lain di luar persamaan regresi atau yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran yang bisa diberikan pada hasil penelitian ini yaitu (1) karena hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan orang tua sangat penting maka Direktur Kulliyatul Mu rsquo allimin al-Islamiyyah (KMI) dapat mengevaluasi pelayanan selama ini untuk meningkatkan kerjasama antara orang tua dan pesantren agar dapat mewujudkan kemandirian santri yang ada di pondok pesantren seperti pola pengasuhan antara senior pada yunior di ponpes PMDG tujuannya untuk melatih leadership senior sebagai ldquo wali asuh rdquo santri yunior perlu ada pengawasan semacam ldquo provost rdquo dilingkungan tentara untuk mengawasi perilaku senior. Dengan pola seperti ini maka berlaku pengawasan berjenjang sehingga meminimalkan adanya penyimpangan ldquo kekuasaan rdquo atas nama senioritas (2) hasil dari variabel bebas menunjukkan pengaruh positif kepada variabel kemandirian santri maka santri harus terus meningkatkan kecakapan hidup interaksi teman sebaya yang positif pendidikan karakter yang baik agar dapat menjadi santri yang lebih mandiri (3) pola asuh yang diberikan oleh wali santri kepada santri harus benar-benar diperbaiki dengan cara lebih dekatnya wali dengan santri agar dapat lebih mengontrol kemandirian santri (4) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi kemandirian karena variabel pengasuhan pendidikan karakter lifeskil dan interaksi sosial teman sebaya hanya memberikan pengaruh sebesar 43% sehingga masih ada 57% faktor lain yang mempengaruhi kemandirian yang tidak diteliti oleh peneliti. Peneliti selanjutnya dapat mencari variabel yang dapat mempengaruhi kemandirian seperti motivasi belajar kepemimpinan lembaga pendidikan atau aspek religious pada setiap individu santri integensi gen (keturunan) jenis kelamin sistem pendidikan di sekolah sistem kehidupan dimasyarakat urutan posisi anak kebiasaan serba dibantu atau dilayani kurangnya kegiatan anak diluar faktor sosial budaya faktor sosial ekonomi parenting dan faktor lainnya.