Skripsi
Peran kader Bina Keluarga Balita (BKB) dalam pencegahan stunting di BKB Anggrek Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang / Andia Saskia Evita Cahyani
Abstrak
Penelitian ini didasari oleh stunting menjadi masalah yang dapat mengambat pertumbuhan dan perkembangan pada balita sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui kelompok BKB. Terdapat masalah saat pelaksanaan kegiatan BKB yakni kurangnya pemahaman dan minim kesadaran ibu balita tentang pentingnya pencegahan stunting pada anaknya. Lokasi penelitian ini di BKB Anggrek Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Kondisi balita di lokasi tersebut memiliki faktor yang berkaitan dengan masalah stunting sehingga penting untuk memahami kontribusi kader BKB dalam pencegahan stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait kondisi balita yang rentan terhadap stunting peran kader BKB dalam pencegahan stunting dan kendala kader dalam pencegahan stunting di BKB Anggrek. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu ketua BKB Anggrek kader BKB Anggrek dan anggota BKB Anggrek. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diperlukan adalah reduksi data display data dan pengambilan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Kondisi balita yang rentan terhadap stunting di BKB Anggrek adalah memiliki tinggi badan yang pendek kesulitan berkonsentrasi dan daya tahan tubuh yang lemah (2) Peran Kader BKB Anggrek dalam pencegahan stunting adalah mengedukasi ibu balita tentang pola makan pola asuh serta sanitasi dan air bersih. Kader BKB juga memfasilitasi Alat Permainan Edukatif (APE) dan Kartu Kembang Anak (KKA) (3) Kendala kader BKB Anggrek dalam pencegahan stunting adalah terbatasnya jumlah kader yang aktif dan kurangnya variasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Saran yang diperlukan dari penelitian ini yaitu (1) Bimbingan makanan seimbang untuk pertumbuhan anak peningkatan stimulasi kognitif-motorik sesuai usia anak dan kerja sama dengan puskesmas untuk layanan kesehatan intensif (2) Edukasi jenis makanan yang direkomendasikan dengan cara memasak optimal pentingnya ASI ekslusif dengan makanan pendamping yang sesuai dan tata cara menjaga kebersihan air untuk dimasak yang aman. Kader dapat mengembangkan kegiatan bermain APE kreatif dan membimbing penggunaan KKA lebih efektif (3) Melakukan rekrutmen tambahan kader dan berkolaborasi dengan ahli gizi untuk mengembangkan variasi PMT yang sesuai kebutuhan balita.