Skripsi
Evaluasi kesesuaian perangkat terhadap pelaksanaan pembelajaran PJOK tingkat SMP Sekabupaten Trenggalek / Mohammad David Kusuma Jaya
Abstrak
Keterlaksanaan pembelajaran dengan kesesuaian perangkat dalam pendidikan jasmani kesehatan dan olahraga memiliki peran yang cukup signifikan dalam proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan berolahraga siswa. Berdasarkan hasil observasi awal di SMP Negeri 2 Durenan ditemukan beberapa permasalahan antara lain komponen pada silabus tidak terisi secara lengkap dan jelas. Pada aspek pelaksanaan pembelajaran sebagian guru belum menggunakan berbagai macam model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran. Pada aspek penilaian tidak dijelaskan secara rinci misalnya pada aspek penilaian kognitif bentuk instrumen soal uraian dan objektif. Pada aspek penilaian format penilaian tidak dijelaskan secara rinci misalnya pada aspek penilaian kognitif bentuk instrumen soal uraian dan objektif tetapi soal yang dicantumkan hanya berupa soal uraian saja. Selain itu penilaian afektif dan psikomotorik belum dilengkapi dengan rubrik penilaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian perangkat dan pelaksanaan pembelajaran PJOK di SMP se-Kabupaten Trenggalek. Pada penelitian evaluasi ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan mulai bulan Januari ndash Mei 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru PJOK yang berjumlah 8 orang dari empat sekolah yang diteliti dan sebagian siswa kelas VII dan VIII yang berjumlahkan 165. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa angket kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan presentase. Hasil dalam penelitian ini pada aspek perencanaan yang dilihat dari ketersediaan dokumen perangkat RPP/Modul ajar intrumen tes keterampilan dan rubrik penilaian mendapatkan persentase sebesar 87 35% termasuk dalam kategori baik sekali. Pada aspek pelaksanaan terdapat kesesuaian antara guru dan siswa bahwa materi pembelajaran yang diajarkan guru sudah didapatkan oleh siswa dengan persentase 70 83% (guru) dan 68 67% (siswa) termasuk dalam kategori baik model pendekatan dan strategi pembelajaran sebagian besar guru menggunakan model problem based learning cooperative learning pendekatan inquiry permainan dan melalui karakter siswa dan strategi student centre interactive teaching. Adapun pada aspek penilaian sebagian besar guru menggunakan bentuk penilaian berupa observasi dan tes tulis/lisan dengan persentase keduanya sebesar 50 00% yang tergolong kategori cukup.